Berita

MTsN 22 Jakarta Galakkan Program STOP, Perkuat Gerakan Ekoteologi di Lingkungan Madrasah

Rabu, 6 Mei 2026
Dibaca 118 kali
blog

#ekoteologi #KemenagRI #kemenagberdampak #MTsN22JakartaTimur #menjagalingkungan

Jakarta (Humas MTsN 22 Jakarta Timur) — MTs Negeri 22 Jakarta Timur terus menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan melalui implementasi program Ekoteologi di lingkungan madrasah. Program tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap inisiatif Kementerian Agama RI dalam membangun kesadaran ekologis yang berakar pada etika spiritual dan tanggung jawab kemanusiaan.

 

Sebagai bentuk aksi nyata, seluruh civitas akademika MTsN 22 Jakarta Timur secara aktif menjalankan gerakan STOP (Selasa Tanpa Operasi Plastik). Program yang diinisiasi Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) tersebut bertujuan mendorong siswa, guru, dan tenaga kependidikan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan membawa wadah makan dan minum yang dapat digunakan kembali.

 

Gerakan tersebut dilaksanakan setiap hari Selasa sebagai upaya membangun perubahan perilaku kolektif yang berdampak terhadap pengurangan limbah plastik di lingkungan madrasah.

 

Program STOP juga telah disosialisasikan kepada orang tua dan wali murid, pengelola kantin, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh peserta didik agar tercipta sinergi dalam membangun budaya peduli lingkungan di lingkungan madrasah.

 

Dalam pelaksanaannya, siswa dianjurkan membawa bekal dari rumah menggunakan wadah ramah lingkungan. Selain itu, pembelian makanan dan minuman di kantin juga dilakukan dengan menggunakan tempat makan dan minum pribadi guna meminimalkan penggunaan plastik sekali pakai.

 

Kepala MTsN 22 Jakarta Timur, Syarif Cecep, mengatakan program Ekoteologi bukan sekadar kampanye lingkungan, melainkan bagian dari pendidikan karakter yang harus ditanamkan sejak dini kepada peserta didik.

 

“Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari iman dan tanggung jawab sebagai khalifah di bumi,” ujarnya.

 

Menurut Syarif Cecep, pendekatan Ekoteologi juga mengintegrasikan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai landasan praktis dalam kehidupan sehari-hari siswa agar terbentuk kebiasaan hidup yang lebih ramah lingkungan.

 

Melalui program tersebut, MTsN 22 Jakarta Timur berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga penguatan kesadaran sosial dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

 

Program STOP dinilai menjadi langkah sederhana namun efektif dalam membangun budaya hidup bersih, sehat, dan berkelanjutan di lingkungan madrasah. Selain mengurangi limbah plastik, kegiatan tersebut juga membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial peserta didik.

 

Dengan penguatan program Ekoteologi ini, MTsN 22 Jakarta Timur menegaskan perannya sebagai madrasah yang aktif mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan berbasis nilai keagamaan, lingkungan, dan pembentukan karakter generasi muda yang peduli terhadap masa depan bumi.

 

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor