Pulau Harapan, Jakarta (Humas Kepulauan Seribu) -- Penyuluh Agama Islam pada KUA Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Tatang, memberikan bimbingan penyuluhan agama kepada peserta didik MAN 1 Jakarta Kelas Jauh (KJ) Pulau Harapan, pada Kamis (20/11/2025).
Bimbingan tersebut disampaikan di sela-sela pelaksanaan program shalat duha berjamaah yang rutin dilaksanakan oleh peserta didik MAN 1 Jakarta KJ Pulau Harapan. Program keagamaan ini menjadi salah satu kegiatan pembiasaan spiritual untuk menanamkan karakter religius dan kedisiplinan sejak dini.
Dalam penyampaiannya, Tatang mengungkapkan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program keagamaan tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat positif dalam membentuk kepribadian dan akhlak peserta didik.
“Saya sangat mengapresiasi program shalat duha berjamaah ini. Semoga para peserta didik bisa istiqomah menjalankan amalan yang sangat mulia ini, dan para pendidik pun tetap istiqomah dalam mendidik generasi penerus bangsa agar menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah,” ujar Tatang.
Ia menambahkan bahwa pembiasaan ibadah sejak dini dapat menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap nilai-nilai keagamaan.
“Kegiatan seperti ini perlu terus ditingkatkan. Pembiasaan ibadah akan menjadi fondasi moral yang kuat bagi anak-anak dalam menghadapi tantangan di masa depan,” tambahnya.
Sementara itu, Pimpinan Lokasi MAN 1 Jakarta KJ Pulau Harapan, Maesarati, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Penyuluh Agama Islam Kemenag Kepulauan Seribu yang telah memberikan bimbingan langsung kepada para siswa.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran Bapak Tatang yang telah membersamai kegiatan kami pagi ini. Wejangan dan bimbingan beliau sangat berarti bagi peserta didik kami dalam memperkuat pemahaman dan praktik keagamaan,” ujar Maesarati.
Ia berharap kolaborasi antara madrasah dan KUA Kecamatan Kepulauan Seribu Utara dapat terus terjalin untuk meningkatkan pembinaan keagamaan bagi peserta didik di wilayah kepulauan.
“Semoga sinergi seperti ini dapat terus berlanjut demi mencetak generasi yang berkarakter, religius, dan berakhlak mulia,” tutup Maesarati.