Jakarta (Humas Kankemenag Jakarta Utara) — Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, mengumumkan hasil sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah yang digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kamis (19/3/2026). Pemerintah menetapkan Hari Raya Idulfitri jatuh pada hari Sabtu.
Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan hasil pemantauan hilal (rukyatul hilal) di seluruh wilayah Indonesia serta berbagai masukan dalam sidang isbat. Berdasarkan laporan, hilal tidak terlihat sehingga penetapan dilakukan melalui mekanisme istikmal.
“Setelah mendengar berbagai pendapat dalam pelaksanaan sidang isbat, serta berdasarkan laporan rukyatul hilal di seluruh wilayah Indonesia yang menyatakan bahwa hilal tidak terlihat, maka disepakati bahwa 1 Syawal 1447 H bertepatan pada hari Sabtu,” ujar Nasaruddin Umar.
Ia menjelaskan, sidang isbat merupakan bentuk fasilitasi negara bagi umat Islam dalam menentukan hari raya setiap tahun. Forum tersebut juga menjadi sarana musyawarah yang melibatkan berbagai pihak untuk mencapai kesepakatan bersama.
“Sidang isbat adalah sarana musyawarah dan persatuan umat serta bentuk ikhtiar agar umat Islam memiliki ruang berdiskusi untuk menentukan hari raya,” tambahnya.
Menurutnya, rangkaian sidang isbat diawali dengan diskusi panel yang disiarkan secara terbuka melalui kanal Bimas Islam dengan menghadirkan para ahli hisab rukyat dan ilmu falak dari berbagai perspektif.
Dalam penentuan awal bulan kamariah, pemerintah menggunakan kriteria visibilitas MABIMS, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Sementara berdasarkan hasil hisab, posisi hilal di Indonesia berada pada ketinggian antara 0 derajat 54 menit 27 detik hingga 3 derajat 7 menit 52 detik, dengan sudut elongasi antara 4 derajat 32 menit 42 detik hingga 6 derajat 6 menit 11 detik.
Kondisi tersebut dinilai belum memenuhi kriteria visibilitas hilal, sehingga bulan Ramadan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal). Dengan demikian, 1 Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada hari Sabtu.
Sidang isbat dihadiri oleh berbagai unsur, antara lain Komisi VIII DPR RI, Majelis Ulama Indonesia, pejabat Kementerian Agama, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, serta perwakilan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika dan Badan Riset dan Inovasi Nasional.
Menutup pernyataannya, Menteri Agama mengajak umat Islam menjadikan Idulfitri sebagai momentum untuk kembali kepada fitrah serta memperkuat persaudaraan.
“Kami mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 H kepada seluruh umat Islam di Indonesia,” pungkasnya.