Jakarta (Humas MAN 23 Jakarta) --- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar meresmikan gedung Pusat Haji Training Center (PHTC) dan pembangunan ruang belajar baru melalui program Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) di MAN 23 Jakarta, sebagai bagian dari upaya penguatan sarana dan prasarana pendidikan madrasah.
Kegiatan peresmian berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Direktur Pendidikan Islam Nyayu Khodijah, Wakil Komisi X DPR RI Himmatul Aliyah, Wakil Duta Besar Mesir Amr Ahmad Mukhtar, serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta Adib.
Kepala madrasah bersama dewan guru dan tenaga kependidikan menyambut hadirnya gedung dan ruang belajar baru tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan madrasah.
Pembangunan gedung melalui program SBSN diharapkan dapat menunjang proses pembelajaran yang lebih nyaman dan representatif bagi peserta didik maupun tenaga pendidik. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kualitas pendidikan madrasah, baik negeri maupun swasta.
Dalam sambutannya, Menteri Agama menegaskan bahwa madrasah memiliki kemampuan yang sejajar dengan sekolah umum, bahkan memiliki keunggulan tersendiri dalam penguatan pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan.
“Semua bisa dilakukan oleh madrasah, dan apa yang dilakukan sekolah bisa dilakukan oleh madrasah. Namun tidak semua yang dilakukan madrasah sanggup dilakukan oleh sekolah,” ujar Menag.
Menag juga menekankan pentingnya peran guru sebagai teladan bagi peserta didik. Menurutnya, guru tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai yang diajarkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pembangunan gedung madrasah tersebut merupakan hasil sinergi antara Kementerian Agama dan Kementerian Pekerjaan Umum dalam menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih baik dan modern. Kehadiran gedung baru di MAN 23 Jakarta diharapkan semakin memperkuat kualitas pembelajaran serta mendukung terwujudnya madrasah yang unggul dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai keagamaan.