Jakarta (Humas MAN 4 Jakarta) — MAN 4 Jakarta Selatan kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional setelah meraih penghargaan dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 yang digelar pada 13 November 2025. Ajang yang diikuti ratusan peserta dari berbagai madrasah di Indonesia ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan dan pendidikan di lingkungan madrasah, khususnya di bawah naungan Kementerian Agama, terus memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Prestasi pertama diraih oleh Tim Riset MAN 4 Jakarta Selatan yang terdiri dari Keisha Aqilah Ransya, Zarir Ghibran, dan Altan Shaquille Zaydan. Mereka memperoleh medali perunggu pada kategori Riset Integrasi Keislaman dan Keilmuan. Tim ini dinilai mampu menyajikan riset yang inovatif dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai keislaman. Menurut keterangan pihak madrasah, karya tim riset tersebut berhasil bersaing ketat dengan karya-karya peserta dari berbagai daerah.
Keberhasilan tim tak lepas dari pendampingan intensif Nugroho Wahyu Sumartono. Ia menerapkan pola pembinaan riset yang sistematis dan berbasis penelitian ilmiah sehingga para siswa dapat merumuskan gagasan secara matang dan terukur. Ia menuturkan bahwa capaian ini menjadi bukti bahwa siswa madrasah memiliki kemampuan riset yang kuat. “Anak-anak bekerja keras dan menunjukkan disiplin tinggi. Hasil ini menjadi bukti bahwa mereka mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Nugroho.
Prestasi lain datang dari cabang Kompetisi Matematika. Sulaiman Umar, siswa MAN 4 Jakarta Selatan, berhasil meraih Juara 1 bidang Matematika OMI 2025. Kemenangan ini merupakan buah dari latihan berkelanjutan, kedisiplinan, dan kemampuan problem solving yang kuat. Sulaiman dibimbing oleh Syifa Ainul Yaqin yang selama ini dikenal sebagai pembina kegiatan olimpiade matematika di madrasah tersebut. Dalam keterangannya, Syifa menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi hasil dari proses panjang pembinaan. Ia menegaskan pentingnya strategi, latihan intensif, dan komitmen siswa. “Sulaiman menunjukkan kemampuan luar biasa dan konsisten hingga akhirnya mampu meraih posisi puncak,” ujarnya.
Kepala MAN 4 Jakarta Selatan, Wido Prayoga, menyampaikan apresiasi mendalam atas prestasi ganda yang diraih siswanya. Ia menyatakan bahwa keberhasilan ini membanggakan seluruh warga madrasah karena dapat mengharumkan nama MAN 4 Jakarta Selatan di ajang nasional. Ia juga menyebutkan bahwa kemenangan ini merupakan wujud nyata hasil sinergi antara guru, siswa, dan dukungan penuh orang tua. “Prestasi ini bukan hanya milik siswa yang menang, tetapi milik seluruh keluarga besar MAN 4 Jakarta Selatan,” kata Wido.
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri. Wido menegaskan bahwa madrasah akan terus memperkuat pembinaan akademik serta menyediakan fasilitas yang mendukung agar siswa dapat berprestasi di bidang masing-masing. Ia menambahkan bahwa prestasi ini menunjukkan bahwa madrasah mampu mencetak generasi unggul yang memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional.
Keberhasilan MAN 4 Jakarta Selatan dalam OMI 2025 menjadi bukti bahwa program pembinaan dan pendidikan di lingkungan Kementerian Agama terus memberikan dampak nyata, khususnya dalam meningkatkan kualitas dan prestasi peserta didik di bidang akademik dan keilmuan. Madrasah berharap capaian ini menjadi awal dari prestasi-prestasi berikutnya pada masa mendatang.