Jakarta (Humas MAN 20 Jakarta Timur) — Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur mengajak peserta didik MAN 20 Jakarta Timur menjadi bagian dari gerakan Zero Corruption Squad sekaligus turut berperan sebagai duta anti korupsi. Ajakkan tersebut disampaikan dalam seminar bertajuk Zero Corruption yang diselenggarakan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) pada Selasa (9/12/2025). Kegiatan dibuka oleh Kepala MAN 20 Jakarta Timur, Sodikin.
Sodikin menilai bahwa seminar ini menjadi wadah penguatan karakter peserta didik dalam menumbuhkan integritas dan tanggung jawab. “Setiap individu dalam masyarakat bertanggung jawab untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi. Pencegahan tersebut dimulai dari masing-masing individu tanpa mengenal usia,” ujarnya. Ia menyampaikan secara tidak langsung bahwa kesadaran anti korupsi perlu dibangun sejak dini melalui pendidikan.
Materi seminar disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum Andryanie dan Fransisca Herdiana. Andryanie menyampaikan bahwa peserta didik madrasah dinilai memiliki landasan kuat untuk menjadi duta anti korupsi. “Karena sudah mendalami ilmu agama yang kuat maka melalui kegiatan ini diharapkan mampu menjadi duta anti korupsi,” ucapnya. Ia menambahkan bahwa tindak korupsi adalah kejahatan serius dan menjadi perhatian negara.
Dalam pemaparannya, Fransisca mengimbau peserta didik untuk mengenali hukum dan menjauhi hukuman. “Sebagai duta atau kader anti korupsi peserta didik madrasah saya ajak kenali hukum, jauhi hukuman,” katanya. Ia juga meminta peserta didik agar berani melaporkan apabila menemukan indikasi korupsi, KKN, maupun suap di lingkungan sekitar. Imbauan tersebut disampaikan kepada seluruh peserta yang hadir melalui sesi interaktif.
Tim Kejari juga membuka dialog tanya jawab untuk memperluas pemahaman siswa mengenai tindak pidana korupsi. Peserta didik mengikuti kegiatan dengan antusias. Di akhir acara dilakukan sesi foto bersama, dan sejumlah peserta menyampaikan keinginan untuk berkontribusi dalam upaya pemberantasan korupsi.
Seminar ini menjadi bagian dari pengembangan pembinaan karakter di MAN 20 Jakarta Timur yang mendorong peserta didik memahami pentingnya kejujuran dan akhlak dalam kehidupan bermasyarakat.