Jakarta (Humas MIN 11 Jakarta Barat) — MIN 11 Jakarta Barat kembali melaksanakan kegiatan kultum Ramadan 1447 H yang ke-12 sebagai bagian dari program pembinaan keagamaan selama bulan suci Ramadan, Rabu (11/3/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan sebagai upaya menanamkan nilai-nilai keagamaan dan karakter disiplin sejak dini di lingkungan madrasah.
Kultum disampaikan oleh Ustadz Drs. Ahmad Zawawi dari MAS Al Islamiyah Jakarta Barat dengan mengangkat tema “Disiplin dan Tertib: Cermin Iman dan Nasionalisme.” Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin yang dilaksanakan madrasah di bawah Kementerian Agama untuk memperkuat pembinaan karakter peserta didik selama Ramadan.
Dalam tausiyahnya, Ahmad Zawawi menjelaskan bahwa nilai kedisiplinan dan ketertiban merupakan bagian penting dalam ajaran Islam sekaligus menjadi salah satu karakter yang harus dimiliki oleh setiap warga negara. Ia menyampaikan bahwa bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang besar dengan budaya yang menjunjung tinggi keteraturan dalam kehidupan sosial.
“Islam mengajarkan kedisiplinan dalam setiap ibadah. Mulai dari wudhu, shalat, puasa, zakat, hingga haji, semuanya dilakukan dengan aturan yang tertib dan berurutan. Dari sinilah kita belajar bahwa iman harus tercermin dalam sikap disiplin,” ujar Ahmad Zawawi.
Ia mencontohkan pelaksanaan wudhu sebagai bentuk latihan kedisiplinan, karena setiap rukun harus dilakukan secara berurutan sesuai ketentuan. Menurutnya, pembiasaan menjalankan ibadah dengan tertib akan membentuk karakter yang teratur dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di masyarakat.
Ahmad Zawawi juga menjelaskan bahwa ibadah puasa melatih umat Islam untuk disiplin terhadap waktu dan menjaga perilaku. Ia mengatakan bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga sikap, ucapan, dan perbuatan agar sesuai dengan ajaran agama.
“Puasa mengajarkan kita disiplin waktu saat sahur dan berbuka, serta menjaga seluruh anggota tubuh dari perbuatan yang dilarang. Inilah latihan agar kita menjadi pribadi yang tertib dan bertanggung jawab,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa setiap ibadah harus dilaksanakan dengan penuh penghayatan. Menurutnya, tujuan ibadah bukan hanya menjalankan kewajiban, tetapi membentuk akhlak yang baik sehingga seseorang mampu menjauhi perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran agama.
Kepala MIN 11 Jakarta Barat menyampaikan bahwa kegiatan kultum Ramadan merupakan bagian dari pembinaan karakter yang terus dilakukan di madrasah. Ia menjelaskan bahwa melalui kegiatan keagamaan, siswa dibiasakan untuk memahami nilai disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sebagai bekal dalam kehidupan.
Program pembinaan keagamaan yang dilaksanakan selama Ramadan menjadi salah satu bentuk upaya Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas pendidikan madrasah. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan peserta didik tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, disiplin, dan tertib sehingga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.