Berita

Kultum Ramadan di MIN 11 Jakarta Tanamkan Kepedulian Lingkungan

Senin, 9 Maret 2026
Dibaca 136 kali
blog

Kultum Ramadhan ke-11

Jakarta (Humas MIN 11 Jakarta Barat) — Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 11 Jakarta Barat menggelar kegiatan Kultum Ramadan 1447 H ke-11 sebagai bagian dari program pembinaan keagamaan bagi siswa dan guru selama bulan suci Ramadan. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah tersebut menghadirkan penceramah Ustadz H. Fahmi Hidayatullael, M.Ag., dari MAN 3 Jakarta Pusat, dengan tema “Ramadan Ramah Lingkungan untuk Generasi Berakhlak.”

 

Kegiatan kultum diikuti oleh seluruh siswa dan guru dengan tertib dan khidmat. Program ini merupakan bagian dari pembinaan karakter yang rutin dilaksanakan madrasah di bawah Kementerian Agama untuk memperkuat nilai keagamaan, kedisiplinan, dan kepedulian sosial peserta didik selama Ramadan.

 

Kepala MIN 11 Jakarta Barat menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan keagamaan selama Ramadan menjadi salah satu upaya madrasah dalam menanamkan nilai akhlak mulia kepada siswa. Menurutnya, pembelajaran tidak hanya dilakukan di kelas, tetapi juga melalui kegiatan keagamaan yang memberikan pemahaman langsung dalam kehidupan sehari-hari.

 

Dalam tausiyahnya, Ustadz Fahmi Hidayatullael menjelaskan bahwa Ramadan merupakan momentum untuk memperbaiki diri, termasuk dalam menjaga lingkungan. Ia mengajak siswa untuk memahami bahwa ajaran Islam mendorong umatnya untuk hidup bersih, tertib, dan peduli terhadap alam.

 

“Ramadan mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik, termasuk dalam menjaga lingkungan. Hal sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, menghemat air, dan mematikan listrik saat tidak digunakan merupakan bagian dari akhlak seorang muslim,” ujar Fahmi.

 

Ia juga mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 56 yang melarang manusia berbuat kerusakan di muka bumi. Menurutnya, larangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kerusakan alam, tetapi juga kerusakan moral dan sosial yang dapat merugikan kehidupan bersama.

 

“Allah melarang kita membuat kerusakan di bumi setelah diperbaiki. Kerusakan itu bukan hanya lingkungan, tetapi juga kerusakan akhlak dan perilaku. Karena itu setiap muslim memiliki tanggung jawab menjaga bumi sebagai amanah dari Allah SWT,” katanya.

 

Fahmi menambahkan bahwa dalam kaidah ushul fikih dijelaskan bahwa setiap larangan menunjukkan keharaman, sehingga segala bentuk perbuatan yang merusak, baik terhadap alam maupun terhadap nilai moral, harus dihindari. Ia mengajak siswa untuk membiasakan perilaku yang mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

 

Kegiatan kultum kemudian ditutup dengan doa bersama agar seluruh peserta didik dapat menjadi generasi yang berakhlak, peduli terhadap sesama, dan menjaga kelestarian lingkungan. Melalui program pembinaan Ramadan ini, Kementerian Agama melalui MIN 11 Jakarta Barat terus mendorong pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepedulian sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor