Jakarta (Humas MAN 8 Jakarta) — Kontingen pencak silat MAN 8 Jakarta mencatat prestasi gemilang dengan menyapu bersih delapan medali dari delapan atlet yang diturunkan pada kejuaraan nasional. Capaian ini menunjukkan kualitas pembinaan olahraga di madrasah serta efektivitas program pengembangan minat dan bakat yang dijalankan Kementerian Agama.
Kepala MAN 8 Jakarta, Rusmanto, mengapresiasi pencapaian para atlet yang berhasil membawa pulang satu medali emas dan tujuh medali perak. Ia menegaskan bahwa kemenangan ini merupakan hasil kolaborasi antara pelatih, siswa, dan dukungan madrasah. “Kami sangat bangga. Delapan siswa yang kami kirimkan, delapan-delapan-nya pulang membawa medali. Ini pencapaian luar biasa di tingkat nasional,” ujarnya.
Pembina Silat MAN 8 Jakarta, Hasan Basri, menjelaskan bahwa prestasi ini merupakan buah dari disiplin latihan dan dedikasi tinggi para atlet. Menurutnya, para pesilat menunjukkan performa maksimal serta mental yang kuat selama pertandingan. “Alhamdulillah, ini adalah hasil dari disiplin dan latihan keras selama berbulan-bulan. Anak-anak tampil maksimal dan menunjukkan mental juara,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pihak madrasah akan terus mempersiapkan atlet untuk menghadapi kompetisi tingkat lebih tinggi. “Target kami berikutnya adalah mempertahankan dan meningkatkan prestasi ini di event nasional yang lebih besar,” tegasnya.
Pada kejuaraan tersebut, medali emas diraih oleh Latifatunnisa Alfianur Saidatul M (kelas 10.4) yang turun di Kelas Menengah. Sementara tujuh medali perak diraih oleh Abdurrahman Muflih Al Ghozali (10.7), Ayra Cahaya Ramadhani (10.4), Siti Halimatus’sadiah (10.4), Priza Rozawa (10.7), Khalifah Zahrotu Zaida (10.7), Nur Setia Utami (10.6), serta Muhammad Fauzan Adzima (10.5).
Prestasi ini semakin meneguhkan posisi MAN 8 Jakarta sebagai salah satu madrasah yang berprestasi dalam cabang olahraga pencak silat di tingkat pelajar, sekaligus memperlihatkan peran madrasah dalam melahirkan generasi muda yang unggul dan berdaya saing.