Berita

Kemenag Jakarta Selatan Gelar Kultum Ramadan, Perkuat Pembinaan Keagamaan ASN

Rabu, 11 Maret 2026
Dibaca 100 kali
blog

Jakarta (Humas KanKemenag Jakarta Selatan) — Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan menggelar kegiatan kultum Ramadan yang disampaikan oleh Ahmad Sofi dari Bimas Islam kepada pegawai dan jamaah setelah salat zuhur, Rabu (11/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan sebagai bagian dari rangkaian pembinaan keagamaan selama bulan suci Ramadan.

 

Kultum diikuti oleh Aparatur Sipil Negara serta jamaah yang berada di lingkungan kantor. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin selama Ramadan sebagai upaya meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus memperkuat pembinaan mental spiritual bagi pegawai di lingkungan Kementerian Agama.

 

Dalam penyampaiannya, Ahmad Sofi mengajak jamaah untuk mensyukuri kesempatan menjalankan ibadah puasa. Ia mengatakan bahwa puasa merupakan panggilan bagi orang-orang yang beriman dan menjadi bagian dari kewajiban yang harus dijalankan dengan penuh kesadaran, “Kita patut bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk menjalankan ibadah puasa. Puasa adalah panggilan bagi orang-orang beriman dan menjadi bukti keimanan kepada Allah SWT,” ujar Ahmad Sofi.

 

Ia menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan ibadah puasa terdapat tiga unsur penting, yaitu iman, Islam, dan ihsan. Menurutnya, iman menjadi dasar keyakinan kepada Allah SWT, sedangkan Islam diwujudkan melalui pelaksanaan rukun Islam seperti salat, zakat, puasa, dan ibadah haji bagi yang mampu. Ihsan, lanjutnya, merupakan sikap merasa selalu diawasi oleh Allah dalam setiap perbuatan.

 

Ahmad Sofi juga menyampaikan bahwa ibadah dalam Islam memiliki bentuk pelaksanaan yang berbeda-beda. Ada ibadah yang dilakukan setiap hari seperti salat, dan ada pula yang dilaksanakan pada waktu tertentu seperti puasa Ramadan dan ibadah haji. Ia menuturkan bahwa seluruh ibadah tersebut bertujuan membentuk pribadi yang taat dan bertakwa.


Menurutnya, konsistensi dalam menjalankan ibadah akan memberikan pengaruh terhadap perilaku sehari-hari, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.

 

Dalam kultum tersebut, ia menekankan bahwa puasa tidak hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menjaga sikap dan ucapan dari hal-hal yang dapat mengurangi nilai ibadah. Ia mengingatkan jamaah agar menghindari perkataan yang tidak baik, perbuatan yang merugikan orang lain, serta sikap yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, “Puasa harus melahirkan sikap ihsan, yaitu kesadaran bahwa setiap perbuatan kita selalu dalam pengawasan Allah SWT,” katanya.

 

Ia juga mengajak jamaah memanfaatkan sepuluh hari terakhir Ramadan dengan memperbanyak ibadah, seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, dan berdoa. Menurutnya, pada waktu tersebut umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan amalan sebagai upaya meraih keutamaan malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

 

Melalui kegiatan kultum Ramadan ini, Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan terus melaksanakan pembinaan keagamaan bagi pegawai sebagai bagian dari penguatan integritas dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pembinaan spiritual diharapkan dapat mendukung terbentuknya aparatur yang berakhlak, disiplin, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor