Berita

Kemenag Dorong Guru Madrasah Perkuat Kompetensi Lewat Kurikulum Berbasis Cinta

Senin, 17 November 2025
Dibaca 276 kali
blog

Bogor (Kankemenag Jakarta Utara) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara membuka kegiatan Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembinaan GTK Madrasah Ibtidaiyah Negeri 22 Jakarta yang berlangsung di Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (14/11/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kemenag untuk memperkuat karakter peserta didik melalui penguatan kompetensi guru.

 

Dalam sambutannya, Mawardi menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan gagasan Menteri Agama yang menekankan pembentukan perilaku, sikap, dan pengetahuan peserta didik ketika lulus dari madrasah. “Workshop Kurikulum Berbasis Cinta ini adalah upaya Menteri Agama untuk menggambarkan perilaku, sikap, dan pengetahuan peserta didik yang terbentuk ketika lulus dari madrasah ibtidaiyyah,” ujarnya.

 

Ia menambahkan bahwa guru perlu memahami tujuan KBC agar mampu mengenali berbagai karakter siswa yang memiliki latar belakang dan kemampuan berbeda. Secara tidak langsung, Mawardi menegaskan bahwa pemahaman karakter siswa menjadi kunci dalam menciptakan proses belajar yang efektif.

 

Pada kesempatan tersebut, Mawardi juga mengingatkan pentingnya pembentukan generasi yang unggul secara akademis dan berkarakter kuat. “Agar kita mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang berjiwa kasih, peduli sesama, cinta lingkungan, dan nasionalis,” tutur Kakankemenag.

 

Ia menyebutkan bahwa penerapan KBC menjadi semakin penting menyusul beberapa kejadian memprihatinkan yang melibatkan peserta didik di sekolah umum maupun madrasah di Jakarta Utara. Menurutnya, KBC dapat menjadi pondasi agar siswa tidak mudah terpengaruh oleh paham yang mengatasnamakan agama untuk melakukan kekerasan. “KBC yang mulai ditanamkan sejak madrasah ibtidaiyyah akan menjelma menjadi pondasi kuat agar siswa tidak terjebak pada paham yang salah,” imbuhnya.

 

Workshop yang dihadiri GTK MIN 22 Jakarta Utara dan enam perwakilan guru KKMI Cilincing 1 ini juga menjadi momentum Mawardi menekankan pentingnya guru memperbarui kompetensi sesuai perkembangan zaman. Ia mengatakan bahwa guru tidak hanya dituntut profesional dalam mengajar, tetapi juga mampu membaca peluang ekonomi. “Guru harus selalu mengupdate diri agar dapat menyesuaikan perkembangan zaman,” katanya.

 

Mawardi mendorong guru untuk memanfaatkan era digital sebagai sarana peningkatan ekonomi tanpa mengabaikan tugas utama sebagai pendidik. “Manfaatkan era digitalisasi untuk mulai berniaga sehingga tidak terlalu bergantung pada satu sumber penghasilan,” terangnya.

 

Ia menutup arahannya dengan mengajak guru untuk berani keluar dari zona nyaman. “Jangan hanya merasa puas dengan tunjangan yang ada. Guru harus semangat menguatkan ekonomi diri dan keluarga dengan memulai usaha seperti berniaga online atau menjadi reseller,” ujar Mawardi.

 

Mawardi berharap kegiatan ini mampu memperkuat kompetensi guru madrasah dalam membentuk generasi yang berkarakter sekaligus mendorong kemandirian ekonomi, sebagai bagian dari program Kemenag yang berdampak bagi masyarakat dan dunia pendidikan.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor