Jakarta (Humas Kankemenag Jakarta Utara) — Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara melalui Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) menggelar program Sapa Guru sebagai forum strategis mempertemukan guru lembaga pendidikan keagamaan Islam dengan pemerintah guna menyerap aspirasi dan memperkuat kualitas pendidikan, Selasa (21/04/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Balai Yos Sudarso, Kantor Wali Kota Jakarta Utara ini dihadiri sekitar 400 guru dari berbagai lembaga pendidikan keagamaan Islam nonformal. Program ini mendapat dukungan dari Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta serta Pemerintah Kota Jakarta Utara.
Kepala Seksi PD Pontren, Kridarto, menegaskan bahwa Sapa Guru menjadi jembatan komunikasi antara para pendidik dengan pemangku kebijakan, sehingga berbagai persoalan di lapangan dapat disampaikan secara langsung dan ditindaklanjuti secara konkret.
“Program ini kami hadirkan untuk menjembatani aspirasi para guru, sekaligus memperkuat kesetaraan antara pendidikan formal dan nonformal sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, kesetaraan tersebut penting agar seluruh guru, baik di madrasah formal maupun lembaga nonformal seperti Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), dan PAUD Al-Qur’an (PAUDQu), mendapatkan perhatian yang proporsional dalam kebijakan pendidikan.
Menurut Kridarto, kehadiran para pejabat dari berbagai unsur pemerintah dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi lintas sektor dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan keagamaan. Selain itu, forum ini juga memperkuat hubungan emosional antara pemerintah dan para guru sebagai ujung tombak pendidikan Al-Qur’an di masyarakat.
“Melalui silaturahmi yang baik, kita bisa duduk bersama mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi, sehingga program pembinaan pendidikan keagamaan dapat berjalan lebih optimal dan berdampak luas,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, perwakilan guru diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, dan harapan terkait peningkatan kualitas lembaga kepada para narasumber, di antaranya Direktur Pesantren Kementerian Agama RI, Anggota DPRD Komisi E Provinsi DKI Jakarta, Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta, serta Wali Kota Jakarta Utara.
Kridarto berharap seluruh aspirasi yang disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan guru dan lembaga pendidikan keagamaan nonformal.
Melalui program Sapa Guru, Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kebijakan yang inklusif dan berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan sebagai fondasi pembentukan generasi yang berakhlak dan berdaya saing.