Jakarta (Humas Kankemenag Jakarta Selatan) — Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan menyelenggarakan Pembinaan Guru Agama Katolik Bersertifikasi Tingkat Dasar dan Menengah Kota Jakarta Selatan di SDS HighScope Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026), dengan mengusung tema “Menjadi Pemimpin bagi Diri Sendiri”.
Kegiatan tersebut diikuti guru Agama Katolik dari sekolah negeri dan swasta di wilayah Jakarta Selatan sebagai upaya memperkuat kompetensi profesional sekaligus meneguhkan peran guru dalam membentuk karakter peserta didik.
Ketua panitia, Haryanto, menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan menjadi ruang bagi para guru untuk saling berbagi pengalaman dan memperkaya wawasan dalam menjalankan tugas pendidikan.
“Kami berharap ke depan dapat kembali bertemu dalam kegiatan seperti ini, baik dalam bentuk rekoleksi maupun pembinaan lainnya, agar kami semakin berkembang dan semakin profesional,” ujar Haryanto.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan, M. Yunus Hasyim, dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk mensyukuri amanah sebagai aparatur dan pendidik yang dipercaya membina generasi muda.
“Menjadi ASN harus kita syukuri. Wujud syukur itu adalah menjaga integritas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Yunus Hasyim.
Ia juga menyampaikan bahwa Jakarta Selatan menunjukkan perkembangan positif dalam tata kelola layanan keagamaan, termasuk administrasi di Kantor Urusan Agama (KUA). Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting untuk terus menjaga kualitas pelayanan secara konsisten.
“Jakarta Selatan harus menjadi contoh. Tren positif ini harus kita jaga bersama-sama agar pelayanan kita semakin tertib dan semakin baik,” lanjutnya.
Melalui tema “Menjadi Pemimpin bagi Diri Sendiri”, para peserta diajak membangun kedisiplinan, integritas, dan kemampuan mengelola diri sebagai landasan utama dalam menjalankan tugas pendidikan. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat memperkuat peran guru Agama Katolik dalam mendampingi peserta didik sekaligus menghadirkan keteladanan di lingkungan sekolah.
Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif dan penuh antusias. Selain menjadi sarana penguatan kompetensi, pembinaan ini juga menjadi wadah mempererat sinergi antar guru Agama Katolik di lingkungan sekolah negeri dan swasta di wilayah Jakarta Selatan.