Jakarta (Humas Kankemenag Kota Jakarta Barat) — Kementerian Agama Kota Jakarta Barat melalui Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) berkolaborasi dengan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kota Jakarta Barat menggelar Sosialisasi Teknis Pengisian Education Management Information System (EMIS) 4.0, Selasa (5/5/2026).
Kegiatan bertajuk “Optimalisasi Data Pesantren: Mengulas Urgensi EMIS sebagai Syarat Mutlak Penerima Bantuan Kemenag” tersebut diikuti oleh 36 pengasuh dan operator EMIS pondok pesantren se-Jakarta Barat. Sosialisasi dilaksanakan di Aula Wijaya Kusuma Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Barat.
Kegiatan ini menghadirkan Tim Sistem Informasi PD Pontren Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta yang memberikan pendampingan langsung kepada para peserta. Pendampingan dilakukan untuk memastikan proses pembaruan data santri, guru dan tenaga kependidikan (GTK), serta data kelembagaan pondok pesantren berjalan secara akurat, riil, dan sesuai ketentuan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Barat, Saiful Amri, menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman teknis sekaligus kemampuan pengelolaan EMIS di lingkungan pondok pesantren.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola data pesantren agar lebih tertib, akurat, dan sesuai kondisi riil di lapangan. Karena itu, saya meminta seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan serius,” ujarnya.
Menurut Saiful, validitas data dalam sistem EMIS memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program Kementerian Agama, termasuk sebagai salah satu persyaratan utama dalam penyaluran bantuan kepada pondok pesantren.
Ia menegaskan bahwa pembaruan dan verifikasi data harus dilakukan secara cermat agar dapat mendukung perencanaan program, pengambilan kebijakan, serta peningkatan mutu layanan pendidikan pesantren yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel.
“Tertib data dan validasi informasi pondok pesantren harus terus ditingkatkan agar seluruh program dan layanan dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran,” tambahnya.
Selain itu, Saiful Amri juga menekankan pentingnya pendampingan dan monitoring secara berkala guna memastikan proses pemutakhiran data EMIS berjalan berkelanjutan.
“Kami akan terus melakukan pendampingan dan monitoring agar pembaruan data EMIS dapat berjalan konsisten dan semakin baik ke depannya,” tandasnya.
Sebagai langkah konkret dalam optimalisasi data pesantren, para operator diminta menyiapkan perangkat kerja dan dokumen pendukung masing-masing sehingga proses pembaruan data dapat dilakukan secara efektif selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Selain memperoleh penguatan teknis terkait pengelolaan EMIS 4.0, para operator juga diberikan ruang diskusi untuk menyampaikan kendala yang dihadapi dalam proses pembaruan data di lembaga masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Kankemenag Kota Jakarta Barat menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola data pendidikan pesantren sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan pendidikan keagamaan yang profesional, akuntabel, dan berbasis digital.