Berita

Kakanwil Tegaskan Peran Strategis Pengawas

Kamis, 26 Februari 2026
Dibaca 1,327 kali
blog

Jakarta (Humas Kepulauan Seribu) -- Kepala Kantor Wilayah Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta, Adib, menegaskan pentingnya peran pengawas dalam menjamin mutu madrasah di Ibu Kota. Penegasan tersebut disampaikan dalam arahan pada Pengukuhan Pokja Pengawas Madrasah Periode 2025–2029 di Aula Jayakarta Kanwil Kemenag DKI Jakarta, pada Kamis (26/2/2026).


Adib menyampaikan bahwa penguatan sistem penjaminan mutu madrasah merupakan implementasi regulasi Kementerian Agama, khususnya terkait kepengawasan madrasah sebagaimana diatur dalam PMA Nomor 31 Tahun 2013 tentang Perubahan atas PMA Nomor 2 Tahun 2012.


“Jaminan mutu madrasah di DKI Jakarta adalah implementasi dari regulasi Kementerian Agama. Pengawas memiliki peran sentral memastikan madrasah berjalan di rel yang benar, baik dari sisi tata kelola maupun proses pendidikan,” tegasnya.


Ia berharap, dengan dikukuhkannya kepengurusan Pokja Pengawas yang baru, mutu layanan dan mutu lulusan madrasah di DKI Jakarta semakin meningkat serta memiliki daya saing tinggi di tengah tantangan besar sebagai kota metropolitan.


Menurut Adib, tantangan madrasah di Jakarta, khususnya madrasah swasta, jauh lebih kompleks dibandingkan lembaga pendidikan lain. Namun, madrasah tetap bertahan karena memiliki ruh pengabdian dan semangat membina generasi yang religius sekaligus kompetitif.


“Kalau madrasah swasta tidak memiliki visi membina generasi terbaik yang memahami ajaran agama dan berdaya saing, mungkin sudah banyak yang tutup sejak lama. Tapi karena ada ruh pengabdian itu, mereka tetap eksis hingga hari ini,” ujarnya.


Ia menekankan bahwa pengawas madrasah merupakan mitra strategis Kementerian Agama dalam merumuskan maupun mengeksekusi kebijakan pendidikan. Keberadaan Pokja Pengawas di tingkat provinsi dinilai sangat penting untuk memperkuat koordinasi dan efektivitas kerja pengawasan.


Adib juga mengingatkan pentingnya memutus “lingkaran setan” rendahnya mutu pendidikan di sebagian madrasah swasta.


“Sekolah tidak bermutu, tidak dapat murid. Tidak dapat murid, tidak ada biaya. Tidak ada biaya, guru tidak sejahtera. Akhirnya kembali lagi tidak bermutu. Lingkaran ini harus kita potong bersama,” tegasnya.


Ia menambahkan bahwa dedikasi dan kinerja pengawas tidak bisa dipisahkan.


“Kinerja tidak akan baik tanpa dedikasi yang kuat. Ubah mindset kita sebagai pengawas, jadilah pengayom bagi madrasah binaan. Jangan biarkan mereka menghadapi persoalan sendirian,” pesannya.


Dalam arahannya, Adib juga menyoroti pentingnya koordinasi intens antara pengawas dengan jajaran Kemenag di tingkat kota dan provinsi. Ia meminta agar setiap persoalan di madrasah dapat terdeteksi lebih awal sebelum menjadi pengaduan masyarakat (dumas).


“Jangan sampai laporan lebih banyak kami terima dari masyarakat, sementara dari pengawas tidak ada. Pengawas harus peka dan proaktif,” ujarnya.


Selain itu, ia mendorong profesionalisme pengawas agar terus memperbarui wawasan terkait isu-isu pendidikan terkini, baik global, nasional, maupun lokal, termasuk berbagai program prioritas Kementerian Agama.


Menutup sambutannya, Adib mendorong terbangunnya sistem penjaminan mutu madrasah yang komprehensif dan terintegrasi di DKI Jakarta, tidak hanya sebatas akreditasi.


“Kalau kita ingin membangun sistem penjaminan mutu madrasah yang unggul, pelaku utamanya adalah pengawas. Pokja Pengawas harus menjadi orkestrator dalam merumuskan sistem mutu yang terintegrasi bagi madrasah negeri maupun swasta,” tandasnya.


Sebagai bentuk dukungan, Kanwil Kemenag DKI Jakarta akan memfasilitasi sekretariat bersama bagi Pokja Pengawas dan mitra strategis lainnya di lantai 4 masjid kompleks perkantoran Kanwil. Fasilitas tersebut diharapkan memperkuat kolaborasi, koordinasi, dan konsolidasi demi peningkatan mutu madrasah di DKI Jakarta.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor