Jakarta (Humas Kanwil Kemenag Provinsi DKI) --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Adib mengajak mahasantri Ma’had Al-Qur’an Universitas PTIQ Jakarta mengambil peran dalam menjawab berbagai persoalan sosial keagamaan di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan saat menyampaikan orasi ilmiah pada kegiatan Haflah Al-Wada Mahasantri Ma'had Al-Qur'an Tahun Akademik 2025/2026. Rabu (01/07/2026)
Menurut Adib, Jakarta sebagai kota metropolitan menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari kesenjangan sosial, kemiskinan, dekadensi moral, tingginya angka perceraian, hingga berbagai persoalan kehidupan perkotaan yang membutuhkan kontribusi nyata dari para sarjana Al-Qur'an.
"Keberagamaan harus mampu menghadirkan dampak sosial. Nilai-nilai Al-Qur'an tidak berhenti pada hafalan, tetapi harus menjadi solusi bagi persoalan umat," ujarnya.
Adib menilai berbagai instrumen ekonomi syariah seperti zakat dan wakaf memiliki potensi besar untuk membantu mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara optimal.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya membangun karakter generasi muda yang berlandaskan Al-Qur'an agar mampu menghadapi tantangan global, termasuk perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan krisis moral.
"Kita membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan akhlakul karimah sehingga mampu menjadi solusi bagi masyarakat," katanya.
Kakanwil berharap lulusan Ma'had Al-Qur'an Universitas PTIQ Jakarta menjadi agen perubahan yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur'an dengan kebutuhan masyarakat modern, sehingga dakwah yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi kehidupan umat.