Jakarta (Humas Kankemenag Jakarta Utara) — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Jakarta Utara, Mawardi Abdul Gani, menghadiri Wisuda Santri Tahfidzul Qur’an yang diselenggarakan Rumah Cinta Al-Qur’an (RCA) Al Islamiyah di Rusunawa Penjaringan, Selasa (10/02/2026).
Kehadiran Kakankemenag bersama jajaran tokoh masyarakat dan unsur Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara menjadi bentuk dukungan terhadap pembinaan generasi penghafal Al-Qur’an di wilayah tersebut. Acara berlangsung khidmat dan diikuti para wisudawan dan wisudawati Tahfidzul Qur’an Jami’atul Quro Walhufadz.
Dalam sambutannya, Mawardi Abdul Gani menyampaikan apresiasi kepada para santri yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an. Ia menegaskan bahwa para penghafal Al-Qur’an memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
“Selamat kepada para wisudawan dan wisudawati Tahfidzul Qur’an Jami’atul Quro Walhufadz, semoga anda sekalian istiqomah dalam menghafal Al-Qur’an,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar hafalan yang telah dicapai terus dijaga melalui muroja’ah secara konsisten. Menurutnya, hafalan Al-Qur’an tidak hanya untuk diingat, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. “Bukan sekadar mampu menghafal, para santri juga harus bisa mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari dan dijadikan sebagai pedoman dalam hidup,” imbuhnya.
Ketua Yayasan RCA Al-Islamiyah, Ahmad Mulki Sulaiman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa wisuda tersebut merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam mencetak generasi Qur’ani. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menghadirkan Syeikh Mohamed Khalila dari Al-Azhar Kairo sebagai bentuk penguatan kualitas sanad dan bacaan.
“Kehadiran Syeikh Mohamed Khalila dari Al-Azhar Kairo hari ini juga menjadi motivasi besar bagi kita semua untuk terus meningkatkan standar sanad dan kualitas bacaan sesuai dengan tradisi keilmuan Islam yang luhur,” ujar Mulki.
Ia menambahkan bahwa kehadiran Syeikh tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat kerja sama keagamaan antara lembaga pendidikan di Jakarta Utara dengan institusi pendidikan Islam di Mesir.
Dalam pesannya, Syeikh Mohamed Khalila mengajak para santri dan jamaah untuk menjaga kemurnian hafalan serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an. Ia mengutip hadis Rasulullah SAW, “Sebaik-baiknya orang di antara kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an kemudian mengamalkannya,” sebagaimana diterjemahkan oleh salah satu pengajar.
Acara ditutup dengan munajat doa yang dipimpin Ketua MUI Kota Jakarta Utara, Ibnu Abidin, memohon keberkahan bagi para hafidz serta kemajuan syiar Islam. Kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi antara Kementerian Agama dan lembaga pendidikan keagamaan dalam memperkuat pembinaan umat serta menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak bagi masyarakat Jakarta Utara.