Berita

Inovasi Siswa MTs Negeri 4 Jakarta Raih Perak NASPO 2025

Sabtu, 27 Desember 2025
Dibaca 29 kali
blog

Tim Moriver saat usai menerima penghargaan bersama para pembimbing

Jakarta (Humas MTsN 4 Jakarta) — Program penguatan riset dan inovasi yang dijalankan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta kembali menunjukkan dampak positif bagi masyarakat. Enam siswa MTs Negeri 4 Jakarta Selatan berhasil meraih medali perak dalam ajang National Applied Science Project Olympiad (NASPO) 2025 yang diselenggarakan Indonesian Young Scientist Association bekerja sama dengan FMIPA Universitas Gadjah Mada.

 

Melalui proyek sains terapan bertema pengolahan limbah berjudul “Save Water, Protect Pesanggrahan River: Pemanfaatan Biji Kelor dengan Moringa-Bot untuk Mengurangi Kontaminan Limbah”, para siswa menawarkan solusi inovatif terhadap persoalan pencemaran Sungai Pesanggrahan. Inovasi ini dinilai aplikatif dan berorientasi pada kepentingan lingkungan serta masyarakat.

 

Tim Moriver yang terdiri dari Rafan Niam Mukti Al Haritsy, Nizam Humam Djajasinga, Raghnall Zaahir An Nurhedi, Muhammad Ali Mumtaz Arsyad, Ahmad Danurdoro Rafiiandra, dan Danish Azmi, mengkaji pencemaran sungai akibat limbah domestik dan industri. Mereka menemukan tingginya kadar BOD, COD, dan TSS yang melampaui ambang batas aman, sehingga diperlukan solusi ramah lingkungan yang mudah diterapkan.

 

Rafan mengatakan gagasan penelitian berangkat dari kepedulian terhadap kondisi sungai di sekitar lingkungan mereka. “Kami sering melihat sungai yang kotor dan penuh sampah. Dari situ muncul keinginan untuk ikut berkontribusi memberi solusi meski sederhana,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa inovasi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab generasi muda terhadap keberlanjutan lingkungan.

 

Solusi yang ditawarkan memanfaatkan biji kelor sebagai koagulan alami untuk mengikat partikel pencemar air. Untuk meningkatkan efektivitas, tim mengombinasikannya dengan Titanium Dioksida serta mengembangkan Moringa-Bot, robot sederhana berbasis Internet of Things yang mampu mendeteksi kualitas air dan membantu proses penjernihan secara bertahap.

 

Nizam menjelaskan bahwa pendekatan lintas disiplin menjadi kekuatan utama inovasi tersebut. “Kami menggabungkan ilmu kimia, biologi, dan teknologi agar hasilnya tidak hanya teoritis, tetapi bisa diaplikasikan,” katanya.

 

Guru pembimbing menyampaikan bahwa prestasi ini merupakan hasil dari penerapan pembelajaran berbasis proyek yang konsisten di madrasah. Menurutnya, siswa didorong untuk peka terhadap persoalan di sekitar dan mengkajinya secara ilmiah, sehingga mampu berpikir kritis dan menghasilkan solusi nyata. Ia menilai capaian tersebut membuktikan siswa madrasah mampu bersaing di tingkat nasional dalam bidang sains terapan.

 

Kepala MTs Negeri 4 Jakarta Selatan, Chusniyati, menyatakan bahwa keberhasilan ini sejalan dengan arah kebijakan Kanwil Kemenag DKI Jakarta dalam menumbuhkan budaya riset dan inovasi di madrasah. Ia berharap gagasan Moringa-Bot dapat terus dikembangkan dan memberi manfaat nyata bagi pengelolaan lingkungan, khususnya sungai di wilayah DKI Jakarta.

 

Prestasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan pendidikan madrasah oleh Kanwil Kemenag DKI Jakarta tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor