Jakarta (Humas MIN 17 Kepulauan Seribu) — Riuh tepuk tangan dan alunan kasidah berpadu dengan langkah anggun di atas panggung Gedung Serbaguna Pulau Tidung, Senin (5/1/2026). Di tengah kemeriahan puncak peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI, MIN 17 Kepulauan Seribu hadir membawa warna tersendiri hangat, kompak, dan penuh pesona.
Bukan sekadar hadir sebagai peserta, MIN 17 Kepulauan Seribu tampil sebagai potret kecil harmoni madrasah. Guru, tenaga kependidikan, hingga wali murid berbaur dalam satu irama, menunjukkan bahwa kebersamaan bukan hanya slogan, melainkan praktik nyata yang hidup di lingkungan madrasah.
Perlombaan fashion show dan kasidah yang digelar menjadi ruang ekspresi kebudayaan dan seni Islami. Setiap penampilan dari MIN 17 Kepulauan Seribu memancarkan semangat percaya diri dan kekompakan, seolah menegaskan pesan besar HAB ke-80 tahun ini, “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.”
Kepala MIN 17 Kepulauan Seribu, Bahtiaroni, memandang momentum HAB bukan semata perayaan seremonial. Baginya, kegiatan ini adalah jembatan yang menguatkan relasi antarsesama warga madrasah dan wali murid. “Kebersamaan seperti inilah yang menjadi modal utama dalam membangun pendidikan yang bermakna,” ujarnya.
Kehadiran Kasi Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Kepulauan Seribu, Sutama, bersama para kepala satuan kerja lainnya, turut memberi energi positif bagi seluruh peserta. Panggung lomba tak lagi sekadar arena kompetisi, tetapi berubah menjadi ruang silaturahmi dan apresiasi.
Sejak awal hingga akhir acara, antusiasme peserta MIN 17 Kepulauan Seribu tak pernah surut. Senyum, semangat, dan kekompakan menjadi bahasa yang lebih kuat daripada sekadar nilai lomba. Penampilan demi penampilan menjadi cermin bahwa seni mampu menyatukan perbedaan dalam bingkai kebersamaan.
Ketua Panitia Lomba Peringatan HAB Kemenag di Pulau Tidung, Jihadi, menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif MIN 17 Kepulauan Seribu. Ia berharap semangat kolaborasi antara madrasah, wali murid, dan Kementerian Agama yang terbangun dalam peringatan HAB ini terus terjaga, menjadi harmoni yang berkelanjutan bagi dunia pendidikan di Kepulauan Seribu. (j)