Jakarta (Humas MAN 13 Jakarta) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 13 Jakarta menutup kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa Universitas PTIQ Jakarta melalui acara perpisahan yang berlangsung di Aula MAN 13 Jakarta, Kamis (15/1/2025). Kegiatan ini menandai berakhirnya masa praktik mengajar mahasiswa selama beberapa bulan di bawah pembinaan madrasah yang berada di lingkungan Kementerian Agama DKI Jakarta.
Acara dihadiri pimpinan madrasah, dosen pembimbing lapangan, guru pamong, serta seluruh mahasiswa PPL Universitas PTIQ Jakarta. Kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan universitas dan madrasah sebagai bentuk refleksi atas pelaksanaan PPL.
Dosen Pembimbing Lapangan Universitas PTIQ Jakarta, Fikri Maulana, menyampaikan apresiasi kepada MAN 13 Jakarta atas dukungan dan pendampingan yang diberikan kepada mahasiswa selama menjalani praktik lapangan. Ia menyebutkan bahwa madrasah telah memberikan ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi kependidikan, “Kami menitipkan mahasiswa untuk belajar menjadi pendidik yang sesungguhnya. Terima kasih kepada MAN 13 Jakarta yang telah membimbing dan menerima mereka sebagai bagian dari keluarga besar madrasah,” ujar Fikri.
Kepala MAN 13 Jakarta, Yessy Anwar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa PPL memberikan kontribusi positif dalam kegiatan pembelajaran di madrasah. Ia juga menegaskan komitmen MAN 13 Jakarta untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan, “MAN 13 Jakarta selalu terbuka untuk kolaborasi positif. Semangat dan dedikasi mahasiswa selama PPL menjadi bagian dari dinamika pembelajaran di madrasah,” tutur Yessy.
Sementara itu, perwakilan guru pamong, Sayyid Furqon, menyampaikan bahwa selama pendampingan, mahasiswa menunjukkan perkembangan dalam pengelolaan kelas dan penerapan metode pembelajaran. Menurutnya, kehadiran mahasiswa turut memberikan variasi dalam proses belajar mengajar, “Kami merasakan adanya semangat baru di kelas. Mahasiswa menunjukkan kemajuan dalam manajemen kelas dan metode pengajaran,” ungkap Sayyid.
Perwakilan mahasiswa PPL, Amshol, menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak madrasah atas bimbingan dan pengalaman yang diperoleh selama menjalani PPL. Ia menyebutkan bahwa MAN 13 Jakarta menjadi lingkungan pembelajaran yang mendukung pengembangan kompetensi calon pendidik.
Acara ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dari Universitas PTIQ Jakarta kepada MAN 13 Jakarta, dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Syarif Hidayatullah, serta sesi foto bersama.
Kegiatan PPL ini mencerminkan peran Kementerian Agama DKI Jakarta melalui madrasah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan serta memperkuat kemitraan dengan perguruan tinggi demi kemajuan pendidikan masyarakat.