Jakarta (Humas Kankemenag Jakarta Utara) — Kegiatan Halalbihalal Persatuan Pensiunan Pegawai Kementerian Agama Jakarta Utara tidak hanya diisi dengan santunan kepada anak yatim, tetapi juga diwarnai dengan tausiah agama yang berlangsung di Aula Muzdalifah pada Sabtu (2/5/2026).
Tausiah disampaikan oleh Sudirman Tamin yang mengulas makna halalbihalal dalam konteks mempererat silaturahim antaranggota. Ia menegaskan bahwa halalbihalal memiliki keterkaitan erat dengan upaya menyambung rasa kasih sayang sesama.
“Halalbihalal erat kaitannya dengan silaturahim yang menjurus kepada silatul qolbi (terpautnya hati), yang diperjelas dengan silatul fikri (persamaan pikiran), hingga terwujudnya silatul ‘amal (hubungan kerja sama),” ujarnya.
Melalui jalinan silaturahim tersebut, ia berharap para pensiunan ASN Kemenag dapat mengurangi stres dan kekhawatiran yang kerap muncul pada masa purna tugas. Menurutnya, masa pensiun merupakan fase transisi yang membutuhkan kesiapan mental dan spiritual agar tetap sehat dan produktif.
Pada kesempatan yang sama, Pembina PPPKA Jakarta Utara, Tabroni, mendorong para pensiunan untuk terus berkontribusi bagi masyarakat sebagai bentuk pengabdian yang tidak terputus. Ia juga mengajak untuk memperbanyak istighfar sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Yang harus diperbanyak oleh kita adalah beristighfar memohon ampunan Allah atas dosa-dosa kepada-Nya,” tuturnya.
Tabroni menambahkan, kebiasaan beristighfar, terutama di waktu malam, diyakini mampu memberikan ketenangan hati serta membuka jalan keluar dari berbagai kesulitan hidup.
“Allah akan membukakan sumber rezeki dari jalan yang tidak pernah diduga. Jadi jangan menyerah, tetaplah semangat meskipun sudah purna tugas,” imbaunya.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai kebersamaan, spiritualitas, serta semangat pengabdian para pensiunan ASN Kementerian Agama di Jakarta Utara.