Jakarta, (Humas Kankemenag Kota Jakarta Timur) — Sebanyak 511 peserta mewakili masing-masing kecamatannya mengikuti Festival Syiar Ramadhan 1446 H yang digelar pertama kali oleh Seksi Pendidikan Agama Islam (Seksi PAIS) Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Timur. Acara berlangsung selama dua hari, 24 – 25 Februari 2025, di Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Timur dan MTsN 24 Jakarta. Peserta terdiri dari berbagai tingkatan sekolah, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan setingkatnya di Kota Jakarta Timur.
Festival ini menghadirkan berbagai perlombaan, di antaranya Lomba Adzan, Musabaqah Hifdzil Qur'an (MHQ), Lomba Cerdas Cermat atau Olimpiade, Lomba Baca Tulis Qur’an (BTQ), Pemilihan Dai Cilik (Pildacil), Dai, Ceramah, serta Lomba Hadroh.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Timur, Zulkarnain, saat membuka kegiatan ini menekankan bahwa festival ini tidak sekadar ajang perlombaan, tetapi juga untuk meningkatkan kreativitas dan keberanian siswa.
“Intinya adalah bagaimana seluruh sekolah, baik tingkat TK, SD, SMP, SMA, maupun SMK, dapat berprestasi dalam hafalan Al-Qur’an maupun bidang lainnya,” ujar Zulkarnain, Senin (24/2/2025).
Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam, Abdul Rosyid, menyampaikan bahwa meskipun kegiatan ini baru pertama kali digelar, pelaksanaannya berjalan sukses tanpa kendala. Ia berharap festival ini dapat menjadi agenda tahunan dan menjadi pemicu bagi Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) untuk semakin profesional dan kompeten dalam mengajar. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong siswa untuk lebih kreatif serta meningkatkan kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an dan hafalan Al-Qur’an.
“Guru PAI harus berusaha keras di tengah keterbatasan jam mengajar, namun bisa melalui ekstrakurikuler, intrakurikuler, kegiatan rohis, serta memberdayakan siswa yang sudah mahir untuk membantu membaca Al-Qur’an,” tegas Abdul Rosyid.
Festival Syiar Ramadhan juga dirangkaikan dengan wisuda massal Tahfidz Al-Qur’an, yang melibatkan berbagai jenjang lembaga pendidikan, termasuk Forum Komunikasi Guru Taman Kanak-Kanak (FKGTK), Kelompok Kerja Guru (KKG), serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat sinergi dan kekompakan antarorganisasi guru guna mempermudah koordinasi di masa mendatang.
“Semoga kekompakan dan sinergi ini terus terjalin serta menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain yang belum melaksanakan Uji Tahfidz,” tambahnya.
Festival Syiar Ramadhan resmi ditutup oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Timur, Amirullah. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dan mengimbau peserta agar tetap semangat dalam mempelajari agama Islam.
“Tetap semangat menghafal Al-Qur’an, jangan pernah patah semangat dalam mempelajari ilmu agama Islam meskipun kalian bersekolah di sekolah umum. Buktikan bahwa kita bisa dan mampu!” tutup Amirullah. (Agung WS/Yulia Ummah/Ea)