Berita

DWP Kanwil Kemenag DKI Jakarta Gelar Dialog Kerukunan Lintas Agama, Perkuat Moderasi Beragama

Rabu, 6 Mei 2026
Dibaca 69 kali
blog

Jakarta (Humas Kanwil Kemenag DKI Jakarta) — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta menggelar Dialog Kerukunan Umat Beragama di kawasan rumah ibadah lintas agama Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Rabu (6/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan moderasi beragama dengan menghadirkan tokoh agama dan penyuluh lintas agama.

 

Dialog yang berlangsung di Wihara Arya Dwipa Arama itu diikuti berbagai unsur masyarakat dan menghadirkan pembahasan mengenai pentingnya menjaga harmoni, toleransi, dan persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

Ketua Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Yeni Fitriyani Adib, dalam closing statement menegaskan bahwa agama hadir sebagai ajaran kasih sayang dan kemanusiaan, bukan sumber perpecahan.

 

“Kami hadir di sini sebagai bukti nyata bahwa kami peduli Indonesia bersatu, peduli moderasi beragama, dan peduli terhadap kerukunan. Pertemuan ini bukan pertemuan biasa, tetapi pertemuan luar biasa yang penuh makna,” ujarnya.

 

Ia menambahkan bahwa Dharma Wanita Persatuan siap menjadi jembatan untuk terus menebarkan semangat persatuan, kedamaian, dan kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.

 

“Semua agama mengajarkan kedamaian. Pertemuan ini bukan yang terakhir, tetapi menjadi awal dari pertemuan-pertemuan berikutnya sebagai bukti bahwa kita bisa bersatu walaupun berbeda,” tambahnya.

 

Dalam dialog tersebut, tokoh agama Buddha, Bante Rusdiansyah, menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia memiliki budaya gotong royong dan kebersamaan yang harus terus dijaga sebagai modal utama memperkuat harmoni sosial.

 

“Moderasi beragama di Indonesia berjalan sangat baik. Kita hidup tenteram, damai, dan saling membantu tanpa memandang latar belakang agama,” katanya.

 

Menurutnya, pengendalian pikiran menjadi kunci utama dalam menciptakan kehidupan yang harmonis. “Kalau pikiran mampu dikendalikan dengan baik, maka ucapan dan tindakan kita akan melahirkan kebajikan. Cinta kasih dan kepedulian akan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

 

Sementara itu, tokoh agama Khonghucu, Wandi Suwardi, menekankan bahwa nilai kerukunan telah diajarkan sejak dini dalam kehidupan umat Khonghucu.

 

“Yang berbeda jangan disamakan dan yang sama jangan dibeda-bedakan. Walaupun berbeda keyakinan, kita tetap satu sebagai bangsa Indonesia yang harus menjaga persatuan dan keharmonisan,” tuturnya.

 

Penyuluh Agama Islam, Fatimah, menjelaskan bahwa Islam mengajarkan toleransi, keadilan, dialog yang baik, dan perdamaian sebagai fondasi kerukunan umat beragama.

 

“Indonesia adalah bangsa yang majemuk. Karena itu, toleransi dan sikap saling menghormati harus terus dirawat agar tidak muncul konflik akibat perbedaan,” katanya.

 

Hal senada disampaikan Penyuluh Agama Kristen, Ellen Novianty, yang mengajak seluruh umat beragama menjaga persatuan dan menyebarkan pesan damai di tengah masyarakat.

 

“Ketika kita hidup berdampingan dalam perbedaan, kehidupan akan terasa indah dan harmonis. Kerukunan harus terus ditanamkan kepada umat agar tidak terjadi perpecahan,” ujarnya.

 

Dari perspektif Katolik, Penyuluh Agama Katolik, Damiana, menyampaikan bahwa kasih menjadi dasar utama dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat.

 

“Moderasi beragama dan harmoni merupakan bagian penting dalam kehidupan berbangsa. Mengasihi Tuhan berarti juga mengasihi sesama manusia,” katanya.

 

Sedangkan Penyuluh Agama Hindu, Suryati, menegaskan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

 

“Kalau kita hidup rukun, maka Indonesia akan aman, damai, bahagia, dan sejahtera. Karena itu mari bersama-sama merawat Indonesia,” ujarnya.

 

Kegiatan dialog lintas agama tersebut berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Acara ditutup dengan seruan bersama, “Jika moderasi beragama terjaga, Indonesia maju,” sebagai bentuk komitmen bersama untuk terus merawat harmoni, persatuan, dan keutuhan bangsa.

 

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor