Jakarta (Humas MAN 11 Jakarta Selatan) — Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar kegiatan buka puasa bersama keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 11 Jakarta Selatan pada Senin (9/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di lapangan MAN 11 Jakarta Selatan tersebut menjadi ajang silaturahmi antara pimpinan Kementerian Agama dengan civitas akademika madrasah dalam suasana Ramadan.
Acara dihadiri oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Arskal Salim GP, Kasubag TU GTK Madrasah Yudistira, Kasubdit Bina GTK MA Imam Bukhori, Kasubdit Bina GTK RA Wahyudi Ja’far, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan M. Yunus Hasyim, Pengawas MAN 11 Jakarta Selatan Endah Umayanah, serta jajaran guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik. Kehadiran para pimpinan Kementerian Agama disambut oleh Kepala MAN 11 Jakarta Selatan bersama seluruh warga madrasah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Asar berjamaah, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan nilai keagamaan di lingkungan madrasah selama bulan Ramadan serta mempererat kebersamaan antara pimpinan dan warga madrasah.
Kepala MAN 11 Jakarta Selatan, Halimatussa’diyah, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran jajaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam di madrasah yang dipimpinnya. Ia mengatakan bahwa kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh warga madrasah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, “Kehadiran Bapak dan Ibu dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam merupakan kehormatan bagi kami sekaligus menjadi dorongan untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi madrasah,” ujar Halimatussa’diyah.
Pada kesempatan tersebut, pihak madrasah juga memperkenalkan hasil inovasi riset peserta didik berupa gelang Hacawi (Haji Care Wristband for Identification Hajj Pilgrim of Indonesia) yang dikembangkan oleh Jihan Zidni Fadhilah dan Anindita Putri Atmojo. Inovasi tersebut merupakan karya penelitian siswa yang telah meraih penghargaan pada berbagai kompetisi riset tingkat nasional dan internasional. Halimatussa’diyah menjelaskan bahwa karya tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat dalam pelayanan jemaah haji Indonesia, “Kami berharap inovasi ini dapat dimanfaatkan lebih luas, khususnya untuk mendukung pelayanan jemaah haji, sekaligus menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berinovasi,” katanya.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Arskal Salim GP, dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang diselenggarakan oleh MAN 11 Jakarta Selatan. Ia menegaskan bahwa kebersamaan antara Kementerian Agama dan madrasah perlu terus diperkuat untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan Islam, “Kegiatan buka puasa bersama ini menjadi sarana mempererat ukhuwah antara Kementerian Agama dan madrasah, sekaligus memperkuat komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan,” ujar Arskal.
Ia juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan madrasah yang aman dan ramah bagi peserta didik. Menurutnya, seluruh satuan pendidikan harus mencegah terjadinya perundungan, pelecehan seksual, dan intoleransi agar proses pendidikan berjalan dengan baik, “Tidak boleh ada bullying, pelecehan, maupun intoleransi di madrasah. Lingkungan pendidikan harus aman, nyaman, dan mendukung perkembangan peserta didik,” tegasnya.
Kegiatan turut diisi dengan penyerahan santunan kepada anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial di lingkungan madrasah. Acara kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan salat Magrib berjamaah yang diikuti seluruh tamu undangan dan warga madrasah.
Melalui kegiatan tersebut, Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembinaan pendidikan madrasah, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong inovasi peserta didik agar memberikan manfaat bagi masyarakat.