Pulau Tidung (Humas Kemenag Kepulauan Seribu) — Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Abu Rokhmad, mengapresiasi hadirnya Program Pengadaan Kapal Layanan Dakwah KUA Kepulauan Seribu Selatan pada kegiatan serah terima Program Pengadaan Laboratorium Komputer Madrasah Aliyah Pengembangan Kesejahteraan Ummah dan Kapal Layanan Dakwah KUA Kepulauan Seribu Selatan di halaman KUA Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Pulau Tidung, Senin (11/5/2026).
Program tersebut merupakan bagian dari Program Kemaslahatan 2025 yang diinisiasi Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Republik Indonesia bersama Anggota DPR RI, Sigit Purnomo Syamsuddin Said, sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan pelayanan keagamaan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah Kepulauan Seribu.
Dalam sambutannya, Abu Rokhmad menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya kapal layanan dakwah yang akan digunakan oleh penghulu dan penyuluh agama dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat di wilayah kepulauan.
“Alhamdulillah hari ini kapal layanan dakwah sudah terwujud. Semoga dapat memperlancar tugas para penghulu dan penyuluh agama dalam melayani masyarakat Kepulauan Seribu,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung program tersebut, termasuk BPKH RI, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu, serta Sigit Purnomo Syamsuddin Said yang turut memperjuangkan aspirasi masyarakat Kepulauan Seribu.
Menurut Abu Rokhmad, pola pelayanan Kementerian Agama memiliki karakteristik tersendiri karena penghulu dan penyuluh agama hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan pelayanan dan pendampingan keagamaan.
“Tidak banyak kementerian atau lembaga yang model pelayanannya seperti Kementerian Agama. Biasanya masyarakat datang ke kantor, tetapi penghulu dan penyuluh agama justru mendatangi rumah-rumah warga, majelis taklim, musala, hingga komunitas masyarakat,” katanya.
Ia menilai keberadaan kapal layanan dakwah sangat penting untuk menunjang mobilitas pelayanan keagamaan di wilayah Kepulauan Seribu yang memiliki karakteristik geografis kepulauan.
“Dengan kondisi wilayah kepulauan seperti di Kepulauan Seribu, transportasi seperti kapal layanan dakwah ini sangat dibutuhkan agar pelayanan keagamaan semakin cepat, luas, dan menjangkau masyarakat di berbagai pulau,” tegasnya.
Abu Rokhmad berharap bantuan kapal layanan dakwah tersebut dapat meningkatkan efektivitas kerja penghulu, penyuluh agama, dan jajaran Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Semoga kapal ini menjadi sarana yang membawa manfaat besar, memperkuat pelayanan keagamaan, dan semakin mendekatkan Kementerian Agama dengan masyarakat,” pungkasnya.