JAKARTA (Humas MIN 11 Jakarta Barat) — MIN 11 Jakarta Barat kembali melaksanakan kegiatan rutin circle time yang digelar setiap pekan. Pada kesempatan kali ini, kegiatan mengusung tema “Aku Siap, Aku Tenang” yang berfokus pada penguatan kesiapan mental dan emosional siswa dalam menghadapi proses pembelajaran sehari-hari.
Kegiatan diawali dengan pendampingan guru yang mengajak siswa mengenali dan mengungkapkan kondisi emosional mereka melalui pendekatan sederhana menggunakan analogi “cuaca hati”. Dalam penjelasan tersebut, siswa diajak memahami bahwa setiap perasaan dapat diibaratkan seperti kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Perasaan siap dan bersemangat digambarkan sebagai cuaca cerah, sedangkan rasa bingung atau khawatir diibaratkan sebagai cuaca berawan. Adapun rasa takut atau tegang digambarkan sebagai hujan atau badai yang juga merupakan bagian wajar dari kondisi emosi manusia.
Pendekatan ini membantu siswa lebih mudah mengenali serta mengekspresikan perasaan mereka tanpa rasa takut atau malu. Guru juga menegaskan bahwa seluruh emosi adalah hal yang wajar, terutama saat siswa menghadapi situasi seperti ujian atau tantangan belajar lainnya.
Dalam sesi berikutnya, siswa diperkenalkan dengan teknik pernapasan sederhana untuk membantu menenangkan diri ketika merasa cemas atau panik. Teknik ini dipraktikkan secara bersama-sama agar siswa dapat merasakan langsung manfaatnya dalam membantu mengatur fokus dan ketenangan.
Guru juga memberikan contoh situasi nyata, seperti saat ujian berlangsung, di mana siswa sering merasa gugup. Dalam kondisi tersebut, siswa diajak untuk menarik napas perlahan, menenangkan diri, kemudian membaca soal dengan lebih fokus dan tenang.
Kegiatan ditutup dengan afirmasi positif yang diucapkan bersama oleh seluruh siswa, yaitu: “Aku sudah belajar sebisaku, aku akan jujur dalam bekerja, dan hasil apa pun, aku tetap berharga.” Afirmasi ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri, kejujuran, serta penerimaan diri pada setiap siswa.
Melalui kegiatan ini, MIN 11 Jakarta Barat berkomitmen untuk tidak hanya menguatkan aspek akademik, tetapi juga membangun keseimbangan emosional siswa sebagai bagian penting dari proses pendidikan karakter.