Jakarta (Humas MAN 7 Jakarta) — MAN 7 Jakarta kembali menggelar Camp Tahfiz pada Jumat–Sabtu (21–22/11/2025), sebuah program pembinaan tahfiz yang menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam menghadirkan pendidikan keagamaan yang berdampak positif bagi peserta didik. Sebanyak 41 siswa mengikuti kegiatan ini bersama Kepala MAN 7 Jakarta, Waka Kesiswaan, staf kesiswaan, staf humas, dan pembina OSIS. Dua pembimbing profesional dari PTIQ turut hadir memberikan arahan teknis untuk meningkatkan kualitas bacaan dan hafalan Al-Qur’an para peserta.
Kegiatan dimulai dengan salat Maghrib dan Isya berjamaah yang dilanjutkan dengan makan malam, muroja’ah, serta ziyadah hafalan. Para pembimbing dari PTIQ memberikan bimbingan langsung mengenai makhraj, tajwid, serta strategi menambah hafalan secara bertahap. Suasana semakin religius saat sesi pembahasan materi keagamaan dibuka, di mana peserta dapat bertanya langsung dan berdiskusi mengenai berbagai hal terkait ilmu Al-Qur’an. Menurut para pembimbing, kegiatan semacam ini penting untuk memastikan siswa mendapatkan pendampingan menyeluruh, tidak hanya pada hafalan tetapi juga pemahaman.
Menjelang dini hari, peserta bangun melaksanakan qiyamul lail dan salat Tahajud berjamaah. Dalam suasana hening, para siswa melakukan muroja’ah sebagai bentuk penguatan hafalan. Waka Kesiswaan MAN 7 Jakarta, Sukron Makmun, menyampaikan rasa syukurnya atas antusias siswa. “Alhamdulillah, program Camp Tahfiz periode kedua berjalan lancar. Anak-anak mengikuti dengan sungguh-sungguh, dan semoga kegiatan ini semakin menguatkan hafalan serta karakter Qur’ani mereka,” ujarnya.
Selama dua hari kegiatan, peserta juga mendapatkan pembinaan mengenai kedisiplinan, akhlak, dan kebersamaan. Mereka diajak untuk merasakan pengalaman spiritual yang tidak hanya memperkaya hafalan, tetapi juga membentuk karakter yang lebih matang. Kepala MAN 7 Jakarta, Hanapi, menutup kegiatan dengan doa bersama. “Ya Allah, berikanlah kekuatan dan keistiqomahan kepada anak-anak kami para pecinta Al-Qur’an. Jadikan mereka generasi yang mencintai kitab-Mu dan membawa keberkahan,” tuturnya.
Camp Tahfiz 2025 menjadi bukti komitmen MAN 7 Jakarta dan Kementerian Agama dalam mencetak generasi Qur’ani yang disiplin, berakhlak mulia, dan berilmu. Melalui program seperti ini, madrasah terus berupaya memberikan ruang terbaik bagi siswa untuk berkembang secara spiritual maupun intelektual.