Pulau Harapan, Jakarta (Humas Kepulauan Seribu) -- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kepulauan Seribu Utara melalui Penyuluh Agama Islam melaksanakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) bagi peserta didik MAN 1 Kampus B Pulau Harapan, pada Selasa (3/2/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan awal bagi remaja dalam membangun konsep diri yang sehat dan positif di tengah kompleksitas tantangan kehidupan modern yang semakin beragam.
Sesi pertama BRUS mengangkat tema “Mengenali Diri” dengan menghadirkan Juhaeriyah, Penyuluh Agama Islam, sebagai pemateri sekaligus fasilitator.
Dalam paparannya, Juhaeriyah menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi remaja agar mampu memahami jati diri, potensi, serta nilai-nilai kehidupan sebagai dasar dalam mengambil keputusan.
“Remaja perlu dibantu untuk mengenali siapa dirinya, apa potensi yang dimiliki, dan nilai apa yang harus dijadikan pegangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” ujar Juhaeriyah.
Menurutnya, konsep diri yang sehat akan membantu remaja mengenali kelebihan dan kekurangan secara proporsional. Dengan demikian, remaja dapat mengembangkan potensi positif sekaligus belajar mengelola sisi negatif yang ada pada dirinya.
“Ketika remaja mengenal kelebihan dan keterbatasannya, mereka akan lebih percaya diri, tidak mudah terpengaruh, dan mampu bersikap bijak dalam menghadapi berbagai situasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa proses mengenali diri merupakan fondasi penting bagi remaja dalam menyusun harapan dan arah hidup yang lebih jelas.
“Remaja yang memiliki konsep diri yang sehat adalah remaja yang memahami siapa dirinya, memegang nilai-nilai kebaikan, serta menyadari potensi dan keterbatasan yang dimiliki. Dari sanalah tumbuh kepercayaan diri dan kesiapan menghadapi tantangan kehidupan,” tambah Juhaeriyah.
Dalam sesi diskusi, peserta diajak menyadari bahwa mereka berada pada fase kehidupan yang sarat dengan tantangan. Berbagai persoalan remaja seperti perilaku seks bebas, kehamilan tidak diinginkan, pernikahan dini, penyalahgunaan narkoba, bullying, hingga keterlibatan dalam geng remaja negatif menjadi realitas yang perlu dihadapi dengan kesiapan mental dan spiritual.
Juhaeriyah menjelaskan bahwa problematika tersebut tidak terlepas dari dinamika perkembangan remaja yang meliputi aspek fisik, emosional-psikologis, serta kehidupan sosial. Oleh karena itu, BRUS hadir sebagai sarana edukatif dan preventif agar remaja memiliki bekal nilai agama, keterampilan hidup, serta kesadaran diri dalam menyikapi berbagai pengaruh lingkungan.
“Dengan mengenal diri secara utuh, remaja diharapkan mampu menjaga diri, membuat pilihan hidup yang bertanggung jawab, serta merancang masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Melalui kegiatan BRUS ini, KUA Kepulauan Seribu Utara berharap dapat berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman secara bijaksana.