Jakarta (Humas Kanwil Kemenag DKI Jakarta) — Balai Diklat Keagamaan (BDK) Jakarta menyelenggarakan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2026 secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (30/04/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis Kementerian Agama dalam memperkuat kapasitas, profesionalisme, dan karakter aparatur sipil negara (ASN).
Orientasi PPPK tahun ini diikuti sebanyak 2.053 peserta yang berasal dari wilayah Provinsi DKI Jakarta, Banten, dan Kalimantan Barat. Peserta terdiri atas 594 PPPK paruh waktu serta 1.459 peserta kategori optimalisasi dan nonoptimalisasi.
Kepala Bagian Tata Usaha BDK Jakarta, Sahro Wardi, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama Nomor B-236/P.IV/KP.02/04/2026 tentang Penyelenggaraan MOOC Orientasi PPPK.
“Orientasi ini wajib diikuti oleh seluruh PPPK sebagaimana diatur dalam Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Nomor 289 Tahun 2022. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman ASN terkait fungsi, tugas, nilai, serta etika dalam pelaksanaan pelayanan publik,” ujar Sahro.
Ia menjelaskan, kurikulum orientasi terdiri atas dua bagian utama, yakni Kurikulum Pengenalan Fungsi dan Tugas ASN yang disusun oleh LAN serta Kurikulum Pengenalan Nilai dan Etika pada Instansi Pemerintah yang dilaksanakan oleh Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM melalui Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama.
Pelaksanaan Kurikulum I akan dimulai secara serentak pada 1 Mei 2026 melalui platform pembelajaran digital. Untuk memastikan kelancaran proses pembelajaran, BDK Jakarta telah melaksanakan sosialisasi penggunaan Learning Management System (LMS) kepada seluruh peserta dalam dua sesi.
Sementara itu, Kepala Balai Diklat Keagamaan Jakarta, Ashif Ali Ghozi, menekankan pentingnya orientasi pelayanan serta keteladanan bagi setiap ASN. Ia mengingatkan filosofi kepemimpinan Ki Hajar Dewantara sebagai landasan dalam menjalankan tugas.
“ASN harus mampu menjadi teladan, membangun semangat kerja, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab sesuai posisi dan perannya masing-masing,” ujarnya.
Ashif juga menegaskan pentingnya penerapan nilai dasar ASN BerAKHLAK sebagai pedoman utama dalam bekerja, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan semangat Bangga Melayani Bangsa.
Selain itu, ia mendorong peserta untuk terus meningkatkan kompetensi diri melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan. “ASN dituntut menjadi pembelajar sepanjang hayat agar mampu memberikan pelayanan yang profesional dan berkualitas,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, peserta juga diingatkan untuk bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta mampu memperkuat wawasan kebangsaan, profesionalisme, serta komitmen pengabdian sebagai ASN. Orientasi PPPK diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk aparatur yang profesional, moderat, dan berintegritas dalam mendukung pelayanan publik yang optimal.