Jakarta Selatan (Humas Kemenag Jakarta Selatan) — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jakarta Selatan mengukuhkan Kelompok Kerja Penyuluh (POKJALUH) Agama Islam Kota Administrasi Jakarta Selatan Masa Khidmat 2026–2029 di Aula Lantai 3 Kankemenag Kota Jakarta Selatan, Rabu (11/02/2026). Sebanyak 69 pengurus dikukuhkan untuk menjalankan tugas penyuluhan selama tiga tahun ke depan.
Kepala Kantor Kemenag Kota Jakarta Selatan, M. Yunus Hasyim, meminta kepengurusan yang baru segera menyusun program kerja yang tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Membuat program yang rasional, membumi dan bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan pentingnya penyelarasan program kerja dengan Arah Strategis dan Program Prioritas (Astraprotas) Menteri Agama, khususnya dalam penguatan digitalisasi layanan dan dakwah. Menurutnya, pendekatan penyuluhan harus menyesuaikan perkembangan zaman. “Dakwah hari ini bukan era tradisional, kita harus menjadi adaptif di tengah perubahan zaman,” katanya. Ia juga mengajak seluruh penyuluh menjaga kekompakan dan kondusivitas wilayah menjelang Ramadan.
Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS), Nana, menyampaikan bahwa pengukuhan ini menjadi momentum penguatan peran penyuluh sebagai aparatur sipil negara (ASN). Ia mengingatkan agar penyuluh menjalankan tugas dan fungsi secara optimal dalam membina kelompok binaan maupun kelompok sasaran di tengah masyarakat.
Ketua POKJALUH terpilih, Nasrullah, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kerja sama yang solid antar pengurus. Ia juga mendorong pemanfaatan media sosial secara maksimal untuk mendukung tugas dakwah dan publikasi kegiatan penyuluhan. Menurutnya, program kerja yang telah dirancang, termasuk kegiatan keagamaan seperti Gebyar Maulid, akan dilaksanakan secara terstruktur selama masa khidmat 2026–2029.
Pengukuhan POKJALUH ini menjadi bagian dari penguatan koordinasi dan pelaksanaan tugas penyuluhan agama Islam di wilayah Jakarta Selatan. Melalui langkah ini, Kemenag Jakarta Selatan memperkuat layanan pembinaan keagamaan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.