Berita
Berita

MTsN 26 Kepulauan Seribu Bangun Tanggul Mangrove untuk Cegah Abrasi

Selasa, 23 Juni 2026
Dibaca 331 kali
blog

Pulau Tidung (Humas MTsN 26 Kepulauan Seribu) – MTsN 26 Kepulauan Seribu menggelar aksi gotong royong pembangunan tanggul pelindung mangrove di kawasan pesisir sekitar madrasah, Selasa (23/6/2026). Kegiatan yang melibatkan seluruh guru dan tenaga kependidikan ini merupakan bentuk kepedulian nyata madrasah dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir sekaligus mendukung upaya mitigasi abrasi di wilayah kepulauan.

 

Berbeda dari kegiatan penghijauan pada umumnya, aksi kali ini difokuskan pada pembuatan tanggul pengaman sebagai media pelindung bibit mangrove yang akan ditanam. Keberadaan tanggul dinilai penting untuk menjaga bibit mangrove dari terpaan ombak dan ancaman abrasi sehingga peluang tumbuh dan berkembangnya tanaman menjadi lebih optimal.

 

Sejak pagi hari, semangat kebersamaan dan gotong royong tampak mewarnai kegiatan tersebut. Para guru dan tenaga kependidikan bekerja sama mengumpulkan batu karang mati, menyusun karung pasir, serta memasang pasak bambu untuk membentuk struktur tanggul yang kokoh. Sementara itu, peserta lainnya membantu menyiapkan lokasi dan merapikan area sekitar pesisir yang akan menjadi kawasan konservasi mangrove.

 

Kepala MTsN 26 Kepulauan Seribu, Catur Yoga Meiningdias, mengapresiasi semangat dan partisipasi seluruh warga madrasah dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, aksi pelestarian lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama, khususnya bagi madrasah yang berada di kawasan kepulauan dan berhadapan langsung dengan tantangan perubahan lingkungan pesisir.

 

“Kegiatan ini bukan sekadar aksi seremonial, tetapi menjadi bentuk pembelajaran nyata tentang pentingnya menjaga lingkungan. Sebagai madrasah yang berada di wilayah kepulauan, kami memiliki tanggung jawab moral untuk turut mencegah abrasi dan menjaga kelestarian ekosistem laut demi keberlanjutan kehidupan generasi mendatang,” ujarnya.

 

Ia menambahkan bahwa upaya pelestarian lingkungan perlu ditanamkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pendidikan karakter. Melalui kegiatan yang melibatkan seluruh warga madrasah, nilai-nilai kepedulian terhadap alam dapat tumbuh dan menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari.

 

Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, kegiatan gotong royong ini juga menjadi sarana penguatan karakter peserta didik. Melalui contoh nyata yang diberikan oleh para guru dan tenaga kependidikan, siswa diajak memahami pentingnya kerja sama, kepedulian sosial, serta tanggung jawab dalam menjaga kelestarian alam.

 

Semangat tersebut sejalan dengan implementasi pendidikan karakter dan penguatan budaya madrasah yang menanamkan nilai-nilai gotong royong, cinta lingkungan, dan kepedulian terhadap sesama. Madrasah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga wahana pembentukan generasi yang peduli terhadap keberlangsungan lingkungan hidup.

 

Dengan selesainya pembangunan tanggul pelindung, proses penanaman bibit mangrove di kawasan pesisir madrasah diharapkan dapat berlangsung lebih optimal. Ke depan, MTsN 26 Kepulauan Seribu berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan perawatan secara berkala agar mangrove dapat tumbuh dengan baik dan berfungsi sebagai benteng alami pelindung pantai dari abrasi.

 

Melalui kegiatan ini, MTsN 26 Kepulauan Seribu menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan serta mewujudkan madrasah yang peduli terhadap keberlanjutan ekosistem. Langkah tersebut sejalan dengan semangat Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia dan Kemenag Berdampak, yang mendorong lahirnya generasi berkarakter, berwawasan lingkungan, dan siap berkontribusi bagi masa depan Indonesia yang berkelanjutan.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor