Jakarta (Humas MAN 6 Jakarta Timur) — MAN 6 Jakarta Timur melaksanakan seleksi Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) Jalur Reguler Tahun Pelajaran 2026/2027 menggunakan sistem Computer Based Test (CBT). Pelaksanaan seleksi ini menjadi wujud komitmen madrasah dalam menghadirkan proses penerimaan murid baru yang objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan sesuai ketentuan Kementerian Agama.
Seleksi berbasis komputer tersebut menguji kemampuan calon murid melalui Tes Akademik dan Tes Potensi Belajar sebagai instrumen untuk mengukur kesiapan peserta dalam mengikuti proses pembelajaran di madrasah. Sistem CBT diterapkan untuk mendukung proses penilaian yang lebih efektif, terukur, dan minim intervensi.
Ujian berlangsung dalam dua sesi dengan kapasitas maksimal 120 peserta pada setiap sesi. Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan, panitia menyiapkan enam ruang ujian yang memungkinkan seluruh peserta mengikuti seleksi secara tertib, nyaman, dan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Kepala MAN 6 Jakarta Timur, Retno Dewi Utami, melakukan pemantauan langsung selama pelaksanaan ujian guna memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai prosedur. Pengawasan tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen madrasah dalam menjaga integritas pelaksanaan PMBM agar berlangsung profesional, transparan, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Ketua Pelaksana PMBM MAN 6 Jakarta Timur, Umar Riyadi, menjelaskan bahwa panitia telah mempersiapkan seluruh aspek teknis maupun layanan bagi peserta sejak sebelum ujian dimulai, mulai dari proses registrasi, pengarahan peserta, hingga kesiapan ruang ujian dan petugas pengawas.
"Alhamdulillah, pelaksanaan CBT PMBM Jalur Reguler berjalan kondusif. Seluruh peserta dapat terlayani dengan baik, mulai dari registrasi, pengarahan, hingga pelaksanaan ujian di ruang masing-masing," ujar Umar.
Ia menambahkan, Jalur Reguler PMBM merupakan bentuk komitmen Kementerian Agama dalam memberikan akses pendidikan yang adil dan terbuka bagi seluruh masyarakat. Melalui jalur ini, setiap calon murid memperoleh kesempatan yang sama untuk mengikuti proses seleksi berdasarkan kemampuan akademik dan potensi belajar tanpa membedakan latar belakang maupun kepemilikan prestasi tertentu.
Menurut Umar, penerapan sistem CBT juga memperkuat objektivitas dan akuntabilitas proses seleksi sehingga madrasah dapat menjaring calon peserta didik yang memiliki kesiapan belajar sesuai dengan karakteristik pembelajaran di madrasah.
"Kami berharap seleksi ini menghasilkan peserta didik yang adaptif, memiliki kesiapan belajar yang baik, serta mampu mengikuti kurikulum madrasah yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan umum dan pendidikan agama," katanya.
Tingginya antusiasme masyarakat mengikuti PMBM Jalur Reguler menjadi motivasi bagi MAN 6 Jakarta Timur untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan, sarana dan prasarana, serta kompetensi tenaga pendidik demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Kepala MAN 6 Jakarta Timur, Retno Dewi Utami, menegaskan bahwa pelaksanaan penerimaan murid baru tidak hanya berorientasi pada proses seleksi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pendidikan yang profesional dan berintegritas.
Melalui pelaksanaan CBT PMBM Jalur Reguler Tahun Pelajaran 2026/2027, MAN 6 Jakarta Timur terus berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, transparan, dan berkeadilan. Langkah ini sejalan dengan semangat Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia serta mendukung implementasi program Kemenag Berdampak dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kemanfaatan bagi masyarakat.