Jakarta [Humas Kankemenag Jakarta Utara] --- MI Riyadlus Shibyan Penjaringan Jakarta Utara menggelar Pelatihan Pembelajaran Integrasi Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta Wujudkan Kelas Bermakna di YPI Daarul Bina pada Rabu, (17/12/2025).
Kegiatan yang bertujuan membekali GTK dengan pemahaman dan keterampilan untuk menciptakan pembelajaran bermakna, humanis, berpihak pada peserta didik dan berdampak pada penguatan karakter dan kompetensi bagi siswa ini diikuti oleh 23 GTK MI Riyadlus Shibyan.
Kegiatan pelatihan ini terbagi dalam 3 sesi. Di sesi pertama berupa penjelasan teori tentang tema terkait, di sesi kedua dijelaskan oleh narasumber tentang cara pembuatan perencanaan pembelajaran dan praktik membuat RPP, dan di sesi ketiga peserta dijelaskan tentang asesmen, praktik membuat soal menggunakan aplikasi padleta dan chat gpt.
Idrus Alwi selaku narasumber mengatakan pendekatan pendidikan yang menanamkan nilai kasih sayang dengan metode pembelajaran mendalam ini berfokus pada pemahaman holistik untuk membentuk karakter siswa yang cerdas dan berakhlak." Ini bukan kurikulum baru melainkan ruh yang diinsersikan ke kurikulum nasional," kata Idrus Alwi.
Kepala Madrasah Ibtidaiyyah Riyadlus Shibyan, Syamsul Ma'arif menyambut baik kegiatan yang dinilainya sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran dewasa ini. "Guru tidak hanya diperkuat secara pedagogis saja, tapi juga diingatkan bahwa pendidikan adalah proses memanusiakan manusia," ujar Kamad.
Ia berharap nilai-nilai cinta, empati dan pembelajaran bermakna yang didapatkan dari narasumber dapat diimplementasikan secara konsisten sehingga suasana belajar menjadi lebih hidup, menyenangkan dan berdampak.
Tanggapan positif datang dari Amalia Hidayati, peserta pelatihan. Kegiatan positif ini dinilainya akan memperkuat pemahaman guru tentang pembelajaran bermakna yang berpihak kepada murid. "Semoga kegiatan dapat dilanjutkan secara berkelanjutan untuk dipraktikan langsung di dalan kelas," kata Amalia. [Z]