Jakarta (Humas MIN 14 Jakarta) — Tim riset The Golden Leaf MIN 14 Al-Azhar Asy-Syarif membuka booth pada hari pertama pelaksanaan MINAFEST 2026 yang digelar di lingkungan madrasah, Jumat (16/01/2026). Kehadiran tim riset tersebut menarik perhatian pengunjung karena menampilkan karya penelitian siswa yang berfokus pada pemanfaatan limbah dan isu keberlanjutan lingkungan.
Sejak pagi, booth The Golden Leaf dikunjungi siswa, guru, dan orang tua. Para anggota tim memberikan penjelasan mengenai proses riset dan hasil inovasi yang dikembangkan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh pengunjung.
Tim The Golden Leaf terdiri dari Shafiyyah Rahmania Cordova (VI A), Sadiq Alvaro Rasjid (VI B), Chariesta Lakeisha Faranissa (V A), Nayyira Ayanna (V C), Zyva Abrisan Wibisono (V A), dan Fadhila Zahrana Putri (V A). Keenam siswa tersebut melakukan penelitian yang berfokus pada pengelolaan limbah dan keberlanjutan lingkungan.
Sebelumnya, tim The Golden Leaf meraih Gold Medal kategori Waste Treatment pada ajang 6th Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) yang diselenggarakan Indonesian Young Scientist Association (IYSA) di Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pada 18–21 Desember 2025.
Dalam ajang tersebut, mereka mengusung penelitian berjudul “L.E.A.F Project (Leaf Eco-Paper for a Sustainable Future)”, yaitu inovasi pengolahan limbah daun kering menjadi kertas ramah lingkungan. Penelitian tersebut memanfaatkan daun kering yang selama ini belum dimaksimalkan penggunaannya.
Melalui booth MINAFEST 2026, tim The Golden Leaf menampilkan hasil riset berupa kertas daur ulang serta contoh pemanfaatannya. Pengunjung dapat melihat langsung tekstur kertas, tahapan proses pembuatan, dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.
Pembina riset MIN 14 Al-Azhar Asy-Syarif, Marwiyah, menyampaikan bahwa penelitian yang dilakukan siswa berangkat dari permasalahan sederhana di lingkungan sekitar. “Anak-anak belajar bahwa dari hal yang ada di sekitar, seperti daun kering, dapat dihasilkan solusi yang bermanfaat bagi lingkungan,” ujarnya.
Kegiatan MINAFEST 2026 menjadi sarana publikasi karya riset peserta didik madrasah yang dibina Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, sekaligus memperkuat peran madrasah dalam menumbuhkan budaya riset, kepedulian lingkungan, dan inovasi yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.