Jakarta, (Humas MAN 7 Jakarta) — Suasana religius menyelimuti halaman MAN 7 Jakarta pada Selasa (11/11/2025) saat seluruh siswa dan GTK mengikuti kegiatan tadarus pagi bersama. Kegiatan ini dipandu oleh Khalis Arezka yang membimbing pembacaan Al-Qur’an dengan tartil dan penuh ketenangan. Lantunan ayat suci menggema indah, menciptakan suasana damai dan menenteramkan di lingkungan madrasah.
Seluruh peserta tampak khusyuk mengikuti setiap bacaan, menyimak dengan seksama ayat-ayat Al-Qur’an yang dilantunkan bergantian oleh para siswa. Udara pagi yang sejuk menambah kekhidmatan, menjadikan kegiatan ini sebagai awal hari yang menenangkan dan penuh keberkahan bagi seluruh warga MAN 7 Jakarta.
Kegiatan tadarus pagi merupakan bagian dari program pembinaan karakter religius yang rutin dilaksanakan setiap pekan. Melalui kegiatan ini, madrasah berupaya menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus membiasakan siswa untuk memulai aktivitas dengan kegiatan spiritual yang memperkuat iman dan kepribadian Islami.
Waka Kesiswaan MAN 7 Jakarta, Sukron Makmun, menyampaikan pentingnya pembiasaan membaca Al-Qur’an sejak dini. “Siswa dibiasakan agar lidahnya fasih dengan Al-Qur’an. Semoga kegiatan ini membentuk karakter mereka menjadi generasi Qurani yang berakhlak dan cinta pada nilai-nilai Islam,” ujarnya.
Sementara itu, Khalis Arezka, selaku pembimbing tadarus, juga memberikan pesan inspiratif kepada peserta. “Hanya orang yang mencintai Al-Qur’an yang hidupnya dicintai Allah, dan orang yang mencintai diri sendiri akan selalu mencintai Al-Qur’an,” tuturnya dengan penuh makna. Pesan tersebut disambut antusias oleh para siswa yang mengikuti dengan penuh perhatian.
Salah satu peserta tadarus, Muhammad dari kelas XI E, turut mengungkapkan rasa syukurnya. “Bersyukur setiap pagi selalu mengaji dan memahami Al-Qur’an untuk bekal hidup saya dan teman-teman. Semoga kami terus istiqamah dalam menjaga kebiasaan baik ini,” ungkapnya dengan senyum.
Dengan berlangsungnya kegiatan tadarus pagi yang khusyuk dan tertib, MAN 7 Jakarta berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral. Nilai-nilai Al-Qur’an menjadi pedoman dalam setiap langkah, membentuk pribadi siswa yang beriman, berakhlak, dan mencintai ilmu. (nk)