Jakarta (Humas MAN 6 Jakarta) — Madrasah Aliyah Negeri 6 Jakarta Timur menggelar Rapat Kerja (Raker) Penyusunan Program Kerja Tahun Pelajaran 2026/2027 sebagai langkah strategis untuk memperkuat kualitas layanan pendidikan dan meningkatkan mutu madrasah. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi program yang telah berjalan sekaligus merumuskan berbagai inovasi yang mendukung peningkatan prestasi peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan.
Rapat kerja dibuka secara resmi oleh Kepala MAN 6 Jakarta Timur, Retno Dewi Utami. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa penyusunan program kerja tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, tetapi merupakan forum strategis untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh dan menyusun langkah-langkah perbaikan yang terarah serta berkelanjutan.
“Program kerja yang kita susun harus lahir dari evaluasi yang jujur, kebutuhan yang nyata, dan semangat kolaborasi seluruh warga madrasah. Kita ingin MAN 6 Jakarta Timur semakin maju, bermutu, dan mampu bersaing secara lebih luas,” ujar Retno.
Menurutnya, setiap program yang dirancang harus memberikan dampak nyata bagi kemajuan madrasah, peningkatan kualitas peserta didik, pengembangan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, serta mendukung pencapaian target pembangunan pendidikan Kementerian Agama. Oleh karena itu, peningkatan mutu layanan pendidikan menjadi fondasi utama dalam menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing.
Rapat kerja tahun ini memfokuskan pembahasan pada sejumlah prioritas pengembangan madrasah, antara lain penguatan prestasi akademik, pembentukan karakter dan fondasi keagamaan yang kokoh, peningkatan kemampuan literasi dan berpikir kritis, pengembangan bakat nonakademik, penguatan kepedulian lingkungan, serta peningkatan kesiapan peserta didik menghadapi tantangan perkembangan zaman.
Retno menambahkan bahwa indikator keberhasilan madrasah dapat dilihat dari meningkatnya prestasi siswa, prestasi guru dan tenaga kependidikan, serta bertambahnya jumlah lulusan yang diterima di perguruan tinggi. Untuk itu, seluruh program yang disusun harus memiliki target yang jelas, terukur, dan dapat diimplementasikan secara efektif.
“Program kerja tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif. Program harus menjadi peta jalan yang mampu mengarahkan seluruh potensi madrasah menuju peningkatan mutu yang berkelanjutan,” tegasnya.
Penyusunan program kerja dilakukan melalui pembahasan dalam sejumlah komisi yang terdiri atas bidang akademik, kesiswaan, hubungan masyarakat, sarana dan prasarana, komite madrasah, serta tata usaha. Setiap komisi dipimpin oleh unsur pimpinan yang sesuai dengan bidang tugasnya dan bertanggung jawab merumuskan program berdasarkan hasil evaluasi serta kebutuhan nyata madrasah.
Melalui mekanisme tersebut, seluruh guru dan tenaga kependidikan diberikan ruang untuk menyampaikan ide, masukan, serta gagasan inovatif yang dapat mendukung kemajuan madrasah. Pendekatan partisipatif ini diharapkan mampu menghasilkan program yang lebih relevan, aplikatif, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Salah seorang peserta rapat, Bebi Sanusi, menyampaikan bahwa pembahasan melalui komisi memberikan kesempatan yang lebih luas bagi seluruh peserta untuk berkontribusi dalam penyusunan program. Menurutnya, kolaborasi lintas bidang menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program yang dirancang.
“Dengan pembahasan per komisi, setiap kebutuhan madrasah dapat dikaji lebih mendalam sesuai kondisi dan prioritas yang ada. Hal ini membuat program yang disusun menjadi lebih terarah dan realistis untuk dilaksanakan,” ujarnya.
Melalui rapat kerja ini, MAN 6 Jakarta Timur berharap dapat menghadirkan program-program yang inovatif dan berorientasi pada peningkatan kualitas peserta didik. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat karakter keagamaan, meningkatkan prestasi akademik dan nonakademik, menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan ramah lingkungan, serta membekali peserta didik dengan kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman.
Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen MAN 6 Jakarta Timur dalam mendukung transformasi pendidikan madrasah yang unggul, adaptif, dan berdaya saing sebagaimana arah kebijakan Kementerian Agama. Dengan semangat kolaborasi dan nilai PINTAR yang terus dikembangkan, MAN 6 Jakarta Timur optimistis mampu mencetak generasi yang berprestasi, berakhlak mulia, bernalar kritis, peduli lingkungan, dan siap memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara. (Humas)