Berita

Penyuluh Agama KUA Kepulauan Seribu Selatan Ajak Nelayan Pulau Pari Jaga Laut Melalui Ekoteologi

Rabu, 8 Juli 2026
Dibaca 2,378 kali
blog

Pulau Pari, Jakarta (Humas Kemenag Kepulauan Seribu) -- Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Irvan Dady dan Kurnain, memberikan penyuluhan keagamaan kepada para nelayan di Dermaga Kapal Pulau Pari, pada Rabu (8/7/2026).


Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap Asta Protas Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, khususnya pada implementasi program Ekoteologi, yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian laut, terumbu karang, dan ekosistem pesisir sebagai amanah yang harus dipelihara bersama.


Penyuluhan diikuti oleh para nelayan dan masyarakat pesisir dalam suasana yang hangat dan interaktif. Melalui pendekatan keagamaan, para penyuluh mengajak peserta memahami bahwa menjaga lingkungan hidup, terutama laut yang menjadi sumber penghidupan masyarakat Kepulauan Seribu, merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi.


Dalam materinya, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kurnain, menjelaskan bahwa laut bukan hanya sumber ekonomi, tetapi juga karunia Allah SWT yang wajib dijaga kelestariannya. Kerusakan terumbu karang, pencemaran laut, maupun praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan akan berdampak langsung terhadap keseimbangan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat pesisir.


"Allah SWT telah menitipkan kekayaan laut kepada manusia untuk dimanfaatkan dengan bijaksana, bukan dieksploitasi secara berlebihan. Karena itu, menjaga kebersihan laut, melestarikan terumbu karang, dan menghindari tindakan yang merusak lingkungan merupakan bagian dari wujud syukur kita atas nikmat yang diberikan-Nya," jelas Kurnain.


Kurnain menambahkan bahwa nilai-nilai agama mengajarkan manusia untuk menjadi khalifah di bumi yang bertugas menjaga dan melestarikan alam.


"Ekoteologi mengajarkan bahwa menjaga laut, terumbu karang, dan seluruh ciptaan Allah merupakan bagian dari ibadah. Nelayan tidak hanya mencari rezeki dari laut, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan keagamaan untuk menjaga kelestariannya agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang," ujarnya.


Ia menambahkan bahwa penyuluhan ini merupakan wujud dukungan Kementerian Agama terhadap Asta Protas Menteri Agama dalam membangun kesadaran ekologis berbasis nilai-nilai keagamaan.


"Melalui penyuluhan ini kami ingin menanamkan kesadaran bahwa keberhasilan menjaga lingkungan tidak hanya bergantung pada aturan, tetapi juga pada kesadaran spiritual. Ketika masyarakat memahami bahwa menjaga alam adalah bagian dari ajaran agama, maka kepedulian terhadap lingkungan akan tumbuh dengan sendirinya," tambahnya.


Sementara itu, salah seorang nelayan Pulau Pari, Rahmat, menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap penyuluhan serupa dapat terus dilaksanakan karena memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya menjaga kelestarian laut dari sudut pandang agama.


"Kami semakin memahami bahwa menjaga laut bukan hanya untuk keberlangsungan mata pencaharian, tetapi juga merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Insya Allah kami akan terus berupaya menjaga kebersihan laut dan terumbu karang di sekitar Pulau Pari agar tetap lestari untuk anak cucu kami," ungkap Rahmat.


Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan berharap semangat Ekoteologi terus tumbuh di tengah masyarakat pesisir, sehingga tercipta keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya laut dan pelestarian lingkungan sebagai wujud kepedulian bersama terhadap ciptaan Allah SWT sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Kepulauan Seribu.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor