Pulau Pramuka, Jakarta (Humas Kepulauan Seribu) -- Para Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kepulauan Seribu Utara menghadiri peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW Tahun 1447 Hijriah yang diselenggarakan di SMP Negeri 133 Jakarta, Pulau Pramuka, pada Rabu (21/1/2026).
Dalam kegiatan tersebut, salah satu Penyuluh Agama Islam, Samtidar Effendy Tomagola, didapuk sebagai pengisi tausiyah. Ia menyampaikan bahwa peristiwa Isra Mikraj merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta memperkuat komitmen dalam meneladani ajaran Nabi Muhammad SAW.
“Isra Mikraj bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi mengandung pesan spiritual yang sangat mendalam. Melalui peristiwa ini, Allah SWT memerintahkan sholat lima waktu sebagai kewajiban utama yang harus dijaga oleh setiap muslim,” ujar Samtidar dalam tausiyahnya.
Ia menekankan bahwa menjaga sholat lima waktu merupakan wujud nyata dari keimanan dan bentuk ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT. Menurutnya, sholat juga menjadi sarana pembentukan karakter disiplin, jujur, dan bertanggung jawab, khususnya bagi para pelajar.
“Jika sholat sudah terjaga dengan baik, insyaallah perilaku dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari juga akan ikut terjaga. Sholat adalah benteng moral dan sumber kekuatan bagi generasi muda,” tambahnya.
Lebih lanjut, Samtidar mengajak para siswa untuk senantiasa istiqamah dalam beribadah dan menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan utama dalam bersikap dan berperilaku, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
“Sebagai pelajar muslim, mari kita jadikan Isra Mikraj ini sebagai titik tolak untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih taat beribadah, serta berakhlakul karimah,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 133 Jakarta, Marwah Haidar, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kepulauan Seribu Utara atas partisipasi dan kontribusinya dalam kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran para penyuluh agama yang telah memberikan pembinaan dan tausiyah kepada peserta didik. Kegiatan peringatan Isra Mikraj ini menjadi sarana penting dalam menanamkan nilai-nilai keimanan dan akhlak mulia kepada siswa,” ungkap Marwah.
Ia berharap, melalui kegiatan keagamaan seperti ini, para siswa tidak hanya memahami makna Isra Mikraj secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap pesan-pesan yang disampaikan dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk lebih disiplin dalam beribadah, berakhlak baik, dan memiliki karakter religius yang kuat,” tambahnya.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Kasi Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Seribu, para Penyuluh Agama Islam lainnya, antara lain Juhaeriyah, Istianah Rahmah, Tatang ZM, dan Dony Kuswandi, serta para guru dan siswa SMP Negeri 133 Jakarta.