Jakarta (Humas Kemenag DKI) --- Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta menggelar sosialisasi Early Warning System (EWS) SI Rukun sebagai upaya memperkuat deteksi dini potensi konflik keagamaan. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran KUB, para operator (inputer), serta pemangku kepentingan terkait yang terlibat langsung dalam pengelolaan sistem tersebut.
Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Khairani, dalam arahannya menyampaikan bahwa EWS SI Rukun merupakan salah satu program unggulan Kementerian Agama yang memiliki peran strategis dalam menjaga kerukunan umat beragama. Ia menekankan pentingnya semangat kolaborasi seluruh pihak dalam mengawal implementasi sistem ini.
“EWS ini adalah bagian dari tugas dan fungsi Kementerian Agama yang masuk dalam program prioritas. Kita dituntut untuk mampu mencegah konflik sejak dini, baik antarumat beragama maupun konflik sosial lainnya,” ujar Khairani, Rabu (29/4).
Mewakili Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta. Kabag TU menyampaikan pesan Kakanwil bahwa seluruh jajaran diminta untuk serius mengawal pelaksanaan EWS agar dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata di masyarakat.
Lebih lanjut, Khairani mengungkapkan bahwa DKI Jakarta menjadi salah satu dari tiga provinsi pilot project bersama Jawa Barat dan Jawa Tengah dalam penerapan EWS SI Rukun. Oleh karena itu, ia berharap implementasi di DKI dapat menjadi contoh bagi daerah lain.
“Mulai 1 Mei, para operator sudah dapat melakukan input data secara aktif terkait potensi konflik yang terdeteksi sejak dini. Diperlukan sinergi yang kuat antara KUA, tingkat kota, hingga provinsi agar data yang dihasilkan akurat dan responsif,” jelasnya melalui daring.
Ia juga menekankan pentingnya monitoring dan evaluasi secara berkala. Menurutnya, hasil input data akan menjadi dasar untuk memetakan wilayah rawan konflik di enam kota/kabupaten di DKI Jakarta, sekaligus mengukur sejauh mana penanganan kasus telah dilakukan.
“Ke depan, kita akan lakukan evaluasi berkala, minimal setiap tiga bulan. Setiap wilayah diharapkan dapat memaparkan perkembangan penanganan kasus, sehingga EWS benar-benar bekerja sesuai harapan,” tambah Khairani.
Di akhir arahan, Khairani mengajak seluruh peserta untuk terus meningkatkan kinerja dan komitmen dalam mengawal program ini. Ia optimistis, dengan kerja sama yang solid, EWS SI Rukun dapat menjadi instrumen efektif dalam menjaga kerukunan umat beragama di DKI Jakarta.