Kepulauan Seribu (Humas MTsN 26 Kepulauan Seribu) — MTsN 26 Kepulauan Seribu resmi menerapkan sistem presensi berbasis QR Code untuk memantau kehadiran siswa secara real-time saat jam masuk dan pulang sekolah sebagai bagian dari percepatan transformasi digital di lingkungan madrasah, Senin (11/5/2026).
Melalui sistem tersebut, setiap siswa dibekali kartu identitas atau aplikasi yang memuat kode QR unik untuk dipindai pada perangkat yang tersedia di area gerbang maupun lobi sekolah. Data kehadiran siswa secara otomatis langsung tersimpan dalam pangkalan data madrasah.
Penerapan sistem digital tersebut menggantikan proses pencatatan manual yang sebelumnya digunakan sehingga proses pendataan kehadiran menjadi lebih cepat, efisien, dan akurat.
Kepala MTsN 26 Kepulauan Seribu, Catur Yoga Meiningdias, mengatakan bahwa penggunaan QR Code merupakan bagian dari upaya penguatan layanan administrasi berbasis teknologi sekaligus mendukung konsep madrasah ramah lingkungan melalui pengurangan penggunaan kertas.
“Penerapan QR Code ini bukan sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan langkah nyata kami untuk meningkatkan efisiensi administrasi madrasah. Dengan sistem digital, data kehadiran siswa terekam secara real-time dan akurat, sehingga meminimalisir kesalahan manual,” ujarnya.
Menurutnya, penerapan sistem presensi digital juga memberikan sejumlah manfaat bagi madrasah, di antaranya meningkatkan transparansi data kehadiran siswa yang dapat dipantau secara langsung oleh guru dan tenaga administrasi.
Selain itu, sistem tersebut diharapkan dapat memperkuat kedisiplinan siswa karena waktu kedatangan dan kepulangan tercatat secara otomatis hingga hitungan detik.
Penerapan presensi digital juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan keamanan dan kepastian kehadiran siswa di lingkungan sekolah sehingga proses monitoring dapat berjalan lebih optimal.
Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen MTsN 26 Kepulauan Seribu dalam mengembangkan layanan pendidikan berbasis teknologi informasi meskipun berada di wilayah kepulauan.
Kepala Madrasah berharap penggunaan QR Code dapat menjadi awal pengembangan integrasi sistem digital lainnya di lingkungan sekolah, seperti layanan perpustakaan digital dan sistem pembayaran non-tunai di kantin madrasah.