Jakarta (Humas MIN 4 Jakarta Selatan) — Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Jakarta Selatan resmi menutup kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Ekoteologi bagi seluruh guru pada Kamis (7/5/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring tersebut berlangsung lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta selama rangkaian pelaksanaan.
Bimtek ini menjadi bagian dari upaya madrasah dalam meningkatkan kompetensi pendidik agar mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga penguatan karakter serta kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber Ika Berdiati menyampaikan materi terkait penyusunan pembelajaran yang komprehensif, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembelajaran. Materi yang disampaikan dinilai relevan dengan kebutuhan guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta dan nilai-nilai ekoteologi di lingkungan madrasah.
Selama sesi berlangsung, para guru MIN 4 Jakarta Selatan tampak aktif mengikuti pemaparan materi. Antusiasme peserta terlihat melalui diskusi interaktif dan berbagai pertanyaan yang disampaikan mengenai penerapan pembelajaran berbasis cinta serta penguatan kesadaran lingkungan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari.
Kepala MIN 4 Jakarta Selatan menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas guru dalam merancang pembelajaran yang inovatif, terstruktur, dan humanis. Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter peduli terhadap sesama dan lingkungan.
Penutupan kegiatan dilakukan secara resmi oleh Pengawas Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Kebayoran Lama, Abdus Salam. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi semangat seluruh guru yang mengikuti kegiatan hingga selesai.
“Guru harus terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan pendidikan. Saya berharap ilmu yang diperoleh melalui Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi ini dapat diterapkan dalam pembelajaran sehingga madrasah mampu mencetak generasi yang berkarakter dan peduli lingkungan,” ungkap Abdus Salam.
Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan pembelajaran yang menanamkan nilai kasih sayang, toleransi, serta tanggung jawab terhadap alam sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter di madrasah.
Usai penutupan resmi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai penanda berakhirnya rangkaian Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi di MIN 4 Jakarta Selatan. Melalui kegiatan ini, madrasah berharap para guru dapat terus mengembangkan metode pembelajaran yang relevan dengan tantangan zaman serta mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang inklusif, berkarakter, dan berwawasan lingkungan.