Jakarta (Humas Kankemenag Kota Jakarta Utara) — Peringatan Hari Raya Paskah 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat persaudaraan, harmoni sosial, serta mendoakan kedamaian bagi bangsa Indonesia. Menteri Agama mengajak umat Kristiani menjadikan Paskah sebagai refleksi spiritual, harapan baru, dan penguatan solidaritas dalam keberagaman.
Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Kristiani yang merayakan Paskah tahun ini.
“Saya, Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia, mengucapkan Selamat Hari Raya Paskah Tahun 2026,” ujarnya di Jakarta.
Dalam pesannya, ia menekankan bahwa makna pengorbanan Yesus Kristus hendaknya mampu menguatkan iman, menumbuhkan kasih, serta menginspirasi umat untuk terus merawat persaudaraan di tengah keberagaman.
“Mari kita perkuat nilai kemanusiaan, saling menghormati, dan menjaga harmoni sebagai fondasi kehidupan berbangsa,” lanjutnya.
Bagi umat Kristiani, rangkaian Paskah diawali dengan peringatan Jumat Agung yang jatuh pada 3 April 2026. Hari tersebut menjadi momen refleksi atas sengsara dan wafatnya Yesus Kristus di kayu salib, yang dilaksanakan dengan suasana ibadah yang khusyuk dan penuh keheningan.
Puncak perayaan dilanjutkan dengan Hari Paskah pada 5 April 2026, yang menandai kebangkitan Yesus Kristus pada hari ketiga. Perayaan ini menjadi simbol kemenangan atas kematian sekaligus membawa pesan harapan baru bagi umat Kristiani.
Rangkaian ibadah tersebut merupakan bagian dari Triduum Paskah yang meliputi Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci atau Vigili Paskah. Momen ini menekankan nilai kasih, pengorbanan, pengampunan, serta kebangkitan spiritual.
Menutup pesannya, Menteri Agama kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan persatuan.
“Melalui momentum Paskah ini, saya mengajak semua pihak untuk terus merawat kebersamaan dalam keberagaman demi Indonesia yang rukun dan damai,” pungkasnya.