Jakarta (Humas MAN 6 Jakarta Timur) — MAN 6 Jakarta Timur melaksanakan edukasi pengelolaan sampah bagi kader Adiwiyata melalui kunjungan ke Bank Sampah Terpesona Bersama 04 sebagai upaya memperkuat kepedulian lingkungan dan budaya hidup bersih di lingkungan madrasah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Penanggung Jawab Pokja Sampah MAN 6 Jakarta Timur, Miskatul Awaliyah, bersama kader Adiwiyata MAN 6 Jakarta Timur. Dalam kunjungan tersebut, para siswa melakukan penimbangan sampah, menyerahkan sampah yang telah dipilah, serta mengikuti edukasi terkait tata cara pemilahan sampah berdasarkan jenis dan manfaat pengelolaannya.
Kedatangan rombongan MAN 6 Jakarta Timur disambut oleh pengurus Bank Sampah Terpesona Bersama 04, Surja dan Rini. Dalam kesempatan tersebut, para pengurus memberikan penjelasan mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan masyarakat.
Miskatul Awaliyah menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter dan penguatan kepedulian lingkungan bagi peserta didik melalui praktik langsung di lapangan.
“Kami ingin siswa belajar langsung bahwa sampah bukan hanya sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga dapat dikelola, dimanfaatkan, dan menjadi bagian dari gerakan menjaga lingkungan. Kegiatan ini menjadi pembelajaran nyata bagi kader Adiwiyata MAN 6 Jakarta Timur,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan lingkungan perlu dibangun melalui pembiasaan dan keterlibatan langsung siswa agar tumbuh sikap disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Ia juga menjelaskan bahwa kunjungan ke bank sampah menjadi bagian dari pengabdian madrasah kepada masyarakat melalui gerakan lingkungan yang melibatkan siswa, guru, dan masyarakat secara bersama-sama.
Sementara itu, Surja mengapresiasi langkah MAN 6 Jakarta Timur yang mengajak peserta didik terlibat langsung dalam kegiatan pengelolaan sampah dan edukasi lingkungan.
“Kami senang menerima kunjungan dari MAN 6 Jakarta Timur. Siswa dapat belajar bahwa pengelolaan sampah perlu dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti memilah sampah organik dan anorganik serta membuang sampah pada tempatnya,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Rini yang menjelaskan bahwa bank sampah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menabung sampah, tetapi juga menjadi ruang edukasi masyarakat dalam membangun budaya hidup bersih dan sehat.
Menurutnya, keterlibatan sekolah dan madrasah dalam gerakan bank sampah dapat memperkuat kolaborasi antara masyarakat dan lembaga pendidikan dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan edukasi, penimbangan sampah, dan pembelajaran pemilahan sampah tersebut, MAN 6 Jakarta Timur terus memperkuat komitmen sebagai madrasah peduli lingkungan yang aktif membangun budaya hidup bersih, sehat, dan bertanggung jawab di tengah masyarakat.