Jakarta (Humas) — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Jakarta merupakan pionir satuan kerja berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) di lingkungan Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta. Capaian tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan budaya integritas dan peningkatan kualitas layanan pendidikan madrasah.
Menurutnya, keberhasilan meraih predikat WBK tidak boleh berhenti sebagai sebuah pencapaian administratif semata, tetapi harus menjadi fondasi untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
“MAN 2 Jakarta adalah pionir WBK di DKI Jakarta. Capaian ini harus terus dilanjutkan dengan berbagai inovasi dan penguatan budaya kerja sehingga mampu melangkah menuju WBBM,” ujarnya.
Ia menyampaikan keyakinannya bahwa MAN 2 Jakarta memiliki kapasitas dan komitmen yang kuat untuk meraih predikat WBBM pada masa mendatang. Hal tersebut didukung oleh konsistensi seluruh unsur madrasah dalam membangun tata kelola yang transparan, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.
“Saya yakin ke depan MAN 2 Jakarta akan meraih WBBM. Semangat perubahan yang telah dibangun harus terus dijaga dan ditingkatkan oleh seluruh warga madrasah,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengakui bahwa tantangan dalam mengelola lembaga pendidikan di Provinsi DKI Jakarta sangat kompleks dan dinamis. Namun demikian, kondisi tersebut justru menjadi motivasi bagi jajaran Kementerian Agama untuk terus menghadirkan layanan pendidikan yang unggul dan berdaya saing.
“Tantangan mengelola lembaga pendidikan di DKI Jakarta luar biasa. MAN 2 Jakarta menjadi salah satu contoh keseriusan kami dalam menunjukkan kualitas pendidikan madrasah di DKI Jakarta,” tegasnya.
Predikat WBK merupakan bentuk pengakuan atas komitmen satuan kerja dalam membangun zona integritas melalui reformasi birokrasi, pencegahan korupsi, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Keberhasilan MAN 2 Jakarta meraih predikat tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi madrasah dan satuan kerja lainnya untuk terus memperkuat integritas dan profesionalisme dalam memberikan layanan kepada masyarakat.