Jakarta (Humas Kepulauan Seribu) -- Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi DKI Jakarta, Yusuf Aman, menyampaikan sambutan pada kegiatan Rapat Koordinasi Peningkatan Kerukunan Umat Beragama yang diselenggarakan di Aula Jayakarta, Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Kamis (09/10/2025).
Dalam sambutannya, Yusuf Aman mengungkapkan rasa bangganya dapat hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara yang telah memprakarsai kegiatan ini sebagai bentuk nyata sinergi antara FKUB dan Kementerian Agama dalam menjaga dan memperkuat kerukunan umat beragama di DKI Jakarta.
“Saya merasa bangga bisa hadir dalam kegiatan ini. Terima kasih kepada Pak Indra dan jajaran Tim Kerukunan Umat Beragama Kanwil Kemenag DKI Jakarta yang telah mengundang kami. Kegiatan seperti ini penting untuk terus mempererat silaturahmi dan koordinasi antarpemangku kepentingan dalam menjaga keharmonian di ibu kota,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yusuf Aman mengajak seluruh peserta untuk terus mensyukuri kondisi Jakarta yang hingga kini tetap aman, damai, dan kondusif. Ia menilai, hal ini merupakan buah dari kedewasaan masyarakat Jakarta yang mampu hidup berdampingan dalam keberagaman suku, agama, dan budaya.
“Kita patut bersyukur, karena Jakarta sampai hari ini tetap aman dan damai. Ini bukan hal yang sederhana, sebab kita tahu, Jakarta adalah miniatur Indonesia yang sangat majemuk. Banyak suku, agama, dan budaya hidup berdampingan di sini. Kondisi yang harmonis ini adalah bukti kedewasaan kita dalam menjaga persaudaraan dan toleransi,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan perumpamaan yang menggambarkan pentingnya peran Jakarta bagi keharmonisan bangsa.
“Putih dan indahnya Jakarta adalah putih dan indahnya bangsa Indonesia. Sebaliknya, jika harmoni di Jakarta terganggu, maka itu menjadi gambaran buram bagi bangsa ini. Karena Jakarta adalah cermin Indonesia,” tegasnya.
Yusuf Aman juga berharap agar berbagai program dan kegiatan yang dilakukan FKUB serta Pokja Kerukunan Umat Beragama (PKUB) dapat semakin disosialisasikan dan dipublikasikan secara luas. Menurutnya, upaya ini penting untuk menumbuhkan rasa saling percaya (trust building) antarumat beragama dan antarinstansi.
“Kami berharap kegiatan dan program FKUB maupun PKUB dapat lebih dikenal dan dipahami masyarakat. Ini menjadi bagian dari upaya kita membangun kepercayaan bersama, memperkuat kolaborasi, dan memastikan harmoni tetap terjaga di Jakarta,” jelasnya.
Di akhir sambutannya, Yusuf Aman menyampaikan harapan agar Jakarta bisa menjadi teladan nasional dalam menjaga kerukunan umat beragama, bahkan layak mendapatkan penghargaan Harmony Award dari Kementerian Agama RI.
“Saya berharap, jika nanti ada penghargaan Harmony Award dari Kemenag, maka Jakarta layak menjadi salah satu daerah penerimanya. Karena harmoni yang kita bangun bersama ini nyata, hidup, dan menjadi contoh bagi daerah lain,” ungkapnya optimistis.
Menutup sambutannya, ia mengingatkan bahwa meskipun telah terbit peraturan presiden tentang pemindahan ibu kota negara, namun Jakarta tetap memiliki peran penting sebagai pusat kehidupan nasional.
“Meskipun Perpres tentang Ibu Kota Negara sudah dikeluarkan, namun bagaimanapun juga, sampai saat ini Jakarta masih menjadi pusat pemerintahan dan simbol persatuan Indonesia. Karena itu, menjaga harmoni di Jakarta berarti menjaga harmoni bangsa,” pungkasnya.