Jakarta (Humas Kepulauan Seribu) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Seribu kembali menggelar kegiatan pengajian rutin Kuliah Tujuh Menit (Kultum) setiap selesai salat Dzuhur berjamaah. Kegiatan pembinaan keagamaan ini berlangsung di Kantor Kemenag Kabupaten Kepulauan Seribu pada Rabu (19/11/2025) dan menjadi sarana penguatan akhlak dan karakter pegawai.
Kultum kali ini disampaikan oleh Kurnain, Penyuluh Agama Islam Kemenag Kepulauan Seribu, dengan tema “Tiga Faktor Generasi Anak Bangsa Hancur Moral dan Akhlaknya.” Ia menekankan pentingnya membangun karakter generasi muda melalui iman yang kuat, lingkungan yang baik, dan peran aktif keluarga.
“Kerusakan moral anak bangsa tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada faktor-faktor yang jika diabaikan, akan melemahkan akhlak dan integritas generasi kita,” ujar Kurnain. Ia menjelaskan faktor pertama adalah lemahnya iman, yang membuat anak mudah terbawa arus pergaulan negatif. “Iman adalah benteng utama. Ketika iman lemah, hati dan perilaku mudah goyah, sehingga anak-anak rentan terpengaruh hal-hal negatif,” jelasnya.
Faktor kedua adalah lingkungan yang tidak sehat secara Islami. Menurut Kurnain, lingkungan pertemanan maupun media memiliki pengaruh besar dalam pembentukan karakter. “Lingkungan yang tidak sehat, apalagi yang jauh dari nilai-nilai Islam, akan membentuk kebiasaan dan pola pikir yang keliru,” tambahnya.
Faktor ketiga adalah kurangnya perhatian dari orang tua. Kurnain menegaskan bahwa keluarga adalah tempat pendidikan pertama bagi seorang anak. “Orang tua yang terlalu sibuk atau kurang hadir dalam kehidupan anak meninggalkan ruang kosong dalam pendidikan moral, yang akhirnya diisi pengaruh luar,” ujarnya.
Menutup kultum, Kurnain mengajak seluruh pegawai untuk memperkuat peran masing-masing dalam membina keluarga dan lingkungan sekitar. “Mari kita mulai dari diri sendiri dan keluarga. Jadikan rumah sebagai pusat keteladanan dan lingkungan kerja sebagai tempat menebarkan nilai-nilai kebaikan,” pesannya.
Kegiatan rutin ini disambut antusias oleh seluruh peserta. Secara tidak langsung, kegiatan ini menunjukkan bahwa program pembinaan keagamaan Kemenag tidak hanya meningkatkan spiritual pegawai, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan nilai-nilai positif di lingkungan kerja.