Jakarta (Humas Kemenag Jakarta Utara) — Penyelenggara Buddha Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara, Mugiyanto, didampingi Pengawas Agama Buddha Nurwito, melaksanakan pembinaan khusus bagi guru calon penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) di ruang kerjanya, Selasa (20/01/2026).
Pembinaan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada para tenaga pendidik sebelum menerima tunjangan profesi dari negara. Mugiyanto menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai langkah persiapan sambil menunggu terbitnya Surat Keputusan (SK) resmi dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha.
“Setidaknya ada 14 orang guru swasta di wilayah Jakarta Utara yang terdaftar sebagai calon penerima TPG tahun ini,” terang Mugiyanto.
Dalam pembinaannya, Mugiyanto menekankan pentingnya kontribusi penerima TPG terhadap peningkatan kualitas pendidikan agama Buddha di satuan pendidikan masing-masing, khususnya dalam pengelolaan administrasi pendidikan. Ia menyampaikan bahwa kewajiban administrasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penerimaan tunjangan profesi.
“Seperti yang sudah berjalan sebelumnya, setiap satu semester harus membuat surat pernyataan dan laporan administrasinya,” imbuhnya.
Selain pembekalan terkait administrasi pendidikan, para calon penerima TPG juga mendapatkan arahan teknis mengenai penggunaan aplikasi SIAGA (Sistem Informasi dan Administrasi Guru Agama). Pembinaan ini dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pemberkasan dan pencairan TPG dapat berjalan sesuai ketentuan.
Pengawas Agama Buddha Nurwito menyampaikan bahwa pemahaman teknis terhadap aplikasi SIAGA menjadi faktor penting dalam kelancaran proses administrasi TPG. Ia berharap setelah pembinaan, para guru dapat memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan.
Kegiatan pembinaan ditutup dengan sesi tanya jawab untuk memastikan seluruh calon penerima TPG memahami prosedur dan tahapan pemberkasan secara menyeluruh. Melalui pembinaan ini, Kementerian Agama Kota Jakarta Utara terus mendorong peningkatan profesionalisme guru agama Buddha dalam mendukung layanan pendidikan keagamaan bagi masyarakat.