Jakarta (Humas Kemenag DKI) --- Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Adib, menyampaikan bahwa tanpa integritas, tata kelola birokrasi yang profesional dan dipercaya publik tidak mungkin terwujud. Dan integritas bukan sekedar nilai pribadi, tetapi harus menjadi budaya kolektif di birokrasi.
Dalam wawancara khusus bersama Sobat Irjen, Adib menekankan bahwa integritas identik dengan amanah. “Seseorang diberi mandat atau jabatan, kata kunci utamanya adalah dia memiliki sifat amanah. Bagaimana mandat itu bisa dilaksanakan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab,” ujar Adib di Podcast Suar Integritas – Itjen Kemenag, Selasa (10/3).
Teladan dan Budaya di Lingkungan Kerja
Adib menambahkan bahwa membangun integritas di institusi memerlukan keteladanan dan pembudayaan. “Keteladanan harus ditunjukkan pimpinan. Selain itu, sistem yang dibangun, misalnya lelang berbasis ID atau sistem elektronik SPBE, membantu memagari prinsip-prinsip integritas,” kata Adib.
“Sistem ini tidak hanya mencegah penyimpangan, tetapi juga memastikan nilai-nilai integritas terstruktur di setiap unit kerja,” tambahnya.
Langkah Konkret Mendorong WBK dan Inovasi Layanan
Selain menekankan keteladanan, Adib juga mendorong seluruh Satker di bawah Kanwil DKI Jakarta meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK). “Di tahun 2026 ini, ada satu Satker lagi yang meraih predikat WBK. Kami dorong madrasah - madrasah sebagai ujung tombak untuk menjadi contoh bagi unit lain,” ungkap Adib.
Lanjutnya, Kepala Kanwil menekankan hal sederhana namun penting bagi setiap ASN: bekerja dengan integritas dan rasa syukur. “Kita mensyukuri menjadi bagian Kementerian Agama dengan sepenuh hati bekerja, menjaga institusi dari noda, dan berpegang pada kejujuran. Jujur itu hebat,” tegas Adib.
“Bekerja dengan niat ibadah dan profesionalisme akan menjadikan setiap tugas bernilai dan berdampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya.