Jakarta (Humas Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Barat) — Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan, Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Barat melalui Seksi Pendidikan Madrasah menggelar pembinaan bagi kepala madrasah dan tenaga pendidik madrasah swasta. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Wijaya Kusuma, Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Barat, Rabu (25/02/2026).
Pembinaan ini diikuti oleh kepala madrasah dan guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Raudhatul Athfal (RA) hingga Madrasah Aliyah (MA). Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan, profesionalitas tenaga pendidik, serta tata kelola madrasah yang berorientasi pada peningkatan mutu.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Barat, Saiful Amri, dalam sambutannya menegaskan bahwa kepala madrasah memiliki peran strategis dalam memajukan pendidikan berciri khas keagamaan. Menurutnya, kepala madrasah tidak hanya berfungsi sebagai administrator, tetapi juga sebagai manajer dan penggerak budaya mutu di lingkungan satuan pendidikan.
“Jadi, kepala madrasah memiliki peran, khususnya dalam manajerial serta pengembangan budaya dan mutu pendidikan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tenaga pendidik merupakan ujung tombak dalam proses pembelajaran. Guru dinilai sebagai faktor penentu kualitas hasil belajar peserta didik, sehingga peningkatan kompetensi dan profesionalitas menjadi sebuah keniscayaan.
“Sementara tenaga pendidik merupakan ujung tombak dalam proses belajar mengajar. Guru inilah yang menentukan kualitas hasil belajar peserta didiknya,” sambungnya.
Seiring dengan dinamika perkembangan teknologi, transformasi digital, dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan yang berkualitas, Saiful Amri mendorong seluruh kepala madrasah dan guru untuk terus meningkatkan kompetensi diri serta kapasitas kelembagaan.
“Apabila hal tersebut terpenuhi, madrasah akan terus menjadi pilihan utama masyarakat untuk menyekolahkan anaknya,” imbuhnya.
Menurut Saiful Amri, pembinaan berkelanjutan bagi kepala madrasah dan tenaga pendidik madrasah swasta perlu terus dilakukan sebagai bagian dari penguatan kompetensi kepemimpinan, peningkatan profesionalitas guru, serta peneguhan komitmen terhadap tata kelola madrasah yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada mutu. Ia berharap kegiatan ini mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan madrasah di wilayah Jakarta Barat.