Berita
Bidang Penmad

Kakanwil Kemenag DKI Tekankan Penguatan Tata Kelola dan Mutu Madrasah Tsanawiyah

Selasa, 7 April 2026
Dibaca 261 kali
blog

Jakarta (Humas Kemenag DKI) — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Adib, menekankan pentingnya penguatan tata kelola serta peningkatan mutu pendidikan di tingkat Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN). Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan pembinaan dan koordinasi bersama para Kepala Madrasah dan Kepala Tata Usaha MTsN se-DKI Jakarta yang digelar di Aula Jayakarta, Selasa (7/4/2026).

 

Dalam arahannya, Adib mengapresiasi dedikasi para Kepala Madrasah dan Kepala TU yang dinilai mampu menjaga mutu layanan pendidikan. Ia menyebut proses pembelajaran, termasuk pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik, berjalan lancar tanpa kendala berarti. Selain itu, Kanwil Kemenag DKI Jakarta juga berhasil meraih penghargaan sebagai satuan kerja berkinerja unggul.

 

“Ini adalah kerja keras kita semua. Kekompakan, semangat, dan kerja sama seluruh pihak membuat madrasah di DKI Jakarta berperforma dengan baik,” ujarnya.

 

Adib menegaskan bahwa MTsN merupakan miniatur satuan kerja (satker) di lingkungan Kementerian Agama. Oleh karena itu, Kepala Madrasah memiliki peran strategis sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang harus mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, seperti integritas, akuntabilitas, dan kedisiplinan dalam pelaporan.

 

“Sinergi antara Kepala Madrasah, Kepala TU, dan seluruh guru menjadi kunci dalam menjaga kualitas tata kelola sekaligus mendukung terwujudnya Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK),” tegasnya.

 

Di bidang akademik, ia menekankan bahwa MTsN merupakan fondasi penting dalam sistem pendidikan. Penguatan literasi, numerasi, serta pendidikan karakter perlu terus ditingkatkan, termasuk melalui pelibatan orang tua dalam proses pendidikan.

 

“Madrasah adalah jembatan emas bagi generasi muda untuk meraih cita-cita. Kita tidak boleh hanya bekerja menggugurkan kewajiban, tetapi harus memberi nilai tambah melalui pelayanan terbaik,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Adib mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas layanan dari sekadar memenuhi standar menuju nilai ihsan, yaitu memberikan pelayanan yang lebih optimal dan bernilai tambah.

 

“Bekerja sesuai SOP itu baru tahap adil. Kita didorong naik ke tahap ihsan, yaitu memberikan pelayanan dengan nilai lebih. Selain WBK, ada WBBM yang menekankan pelayanan prima. Di situlah kualitas kita diuji,” jelasnya.

 

Ia juga menegaskan bahwa peran Kepala Madrasah tidak hanya sebagai manajer, tetapi juga sebagai pemimpin yang mampu menginspirasi serta meninggalkan jejak kebaikan bagi peserta didik.

 

“Jika kita sungguh-sungguh mendidik dan melahirkan generasi terbaik, itu menjadi amal jariah. Bahkan saat kita tidak lagi menjabat, nama kita tetap dikenang oleh para siswa,” ungkapnya.

 

Menutup arahannya, Adib mengingatkan pentingnya kekompakan antara Kepala Madrasah dan Kepala TU sebagai satu kesatuan dalam menjalankan tugas.

 

“Dengan sinergi yang kuat, insyaAllah keberkahan akan hadir dalam setiap langkah kita,” pungkasnya.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor